Kota Mojokerto, Bhirawa – Setelah absen beberapa minggu program Spogami tidak dilakukan, kini dihangatkan kembali oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan membawa tim relawan dan masyarakat serta OPD sebanyak 150 orang, Minggu (18/10).
Kegiatan Spogami yakni jalan sehat sambil pungut sampah di jalan yang dilewati kali ini mengambil start dan finis di Alun alun Wiraraja.
Adapun rute yang dilalui sekitar 7 Km, mulai Alun alun menuju jalan KH Hasym As’ari lanjut jalan Majapahit menuju Hayam Wuruk lanjut ke jalan Letkol Sumarjo , jalam A.Yani dan kembali ke Alun Alun.
Wali Kota Ika yang memimpin langsung kegiatan ini mengatakan, Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan kreatif.
Salah satunya melalui Spogomi , olahraga yang diinisiasi dari Jepang dengan memadukan aktivitas mengumpulkan sampah, berjalan kaki, dan kompetisi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.
Kegiatan kali ini, setiap kelompok peserta mendapatkan perlengkapan berupa plastik sampah dan sarung tangan untuk mendukung aksi pengumpulan sampah sepanjang rute.
Selain itu Wali Kota juga menyampaikan, bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang menempatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan badan usaha sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya dilihat dari kondisi kota yang bersih, tetapi juga dari keterlibatan berbagai pihak dalam proses pengelolaannya. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi hal penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Yang kita lihat bukan hanya kotanya bersih, tetapi juga bagaimana peran lintas sektor dalam mengelola sampah. Spogomi menjadi salah satu bagian dari upaya untuk mewujudkan keterlibatan bersama tersebut,” tutur Ning Ita dalam sambutannya.
Ning Ita berharap Spogomi dapat terus dilaksanakan sebagai media sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat. Melalui kegiatan yang menggabungkan olahraga dan aksi peduli lingkungan ini, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk mengumpulkan sekaligus memilah sampah.
“Alun-alun Kota Mojokerto kalau hari Minggu kan ramai pengunjung, nah saya berharap dengan adanya kegiatan Spogomi hari ini, akhirnya banyak yang termotivasi untuk mulai mengumpulkan sampah dan memilah. Jadi hari ini kita secara gak langsung juga sedang mengedukasi dan memberikan contoh kepada masyarakat,” lanjut Ning Ita.
Tidak hanya itu, tahun selanjutnya Ning Ita meminta agar target jumlah peserta dapat meningkat, sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan peduli lingkungan.
Kegiatan ini turut didukung Rekosistem, mitra Pemerintah Kota Mojokerto sejak 2024 dalam pengelolaan sampah. Rekosistem telah memasuki tahun ketiga kerja sama dalam pengolahan sampah di TPS Kita Mojokerto. Kota Mojokerto juga disebut menjadi salah satu praktik baik dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk memilah sampah.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, panitia memberikan penghargaan kepada para pemenang berdasarkan hasil pengumpulan sampah. Juara pertama diraih Singapilar Sosial dengan hadiah Rp2 juta, juara kedua diraih Aeon dengan hadiah Rp1,5 juta, dan juara ketiga diraih Cetar 1 dengan hadiah Rp1 juta.
Selain hadiah uang tunai bagi para pemenang pengumpulan sampah terbanyak, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian satu unit sepeda gunung sebagai grand prize serta puluhan doorprize bagi peserta.
Melalui pelaksanaan Spogomi, Pemerintah Kota Mojokerto berharap semangat memilah sampah dan menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan lomba, tetapi terus tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari. Sebab, lingkungan yang bersih dan terkelola dengan baik membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. [min.gat]




