29.8 C
Sidoarjo
Friday, October 16, 2026
spot_img

Antisipasi Kekeringan, PJT I Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Sungai Brantas

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I (PJT I) Dr. Ir. Fahmi Hidayat, ST., MT saat meninjau pelaksanaan OMC

Malang, Bhirawa
Perum Jasa Tirta I (PJT I) memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Sutami, Jawa Timur, untuk mengoptimalkan potensi hujan dan memperkuat cadangan air waduk sebagai langkah antisipasi kekeringan. Kegiatan yang dimulai pada Kamis (15/10) ini direncanakan berlangsung selama 15 hari terbang melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU) serta PT PLN Nusantara Power.

Pelaksanaan OMC dilatarbelakangi kondisi curah hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang diprakirakan masih rendah. Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan di wilayah tersebut pada Oktober 2026 diprediksi berkisar 0–50 milimeter per bulan dengan sifat hujan dominan bawah normal. Kondisi ini berpotensi mengurangi aliran masuk (inflow) ke waduk, termasuk Waduk Sutami yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan irigasi dan pembangkitan listrik di Jawa Timur.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan curah hujan di wilayah hulu Sungai Brantas guna mendukung ketersediaan air pada sejumlah waduk, antara lain Sengguruh, Sutami-Lahor, dan Wlingi. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan layanan air bagi kebutuhan irigasi pertanian, pembangkitan listrik, dan masyarakat.

Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas PJT I, Adi Bowo Kusumo, mengatakan bahwa OMC menjadi salah satu langkah antisipatif untuk menjaga keandalan tampungan waduk di tengah dinamika iklim dan ketersediaan air.

Berita Terkait :  56 ASN Pemkot Mojokerto Naik Pangkat, Wali Kota Ika Puspitasari: Tantangan Layanan Publik Makin Besar

“Melalui OMC, kami berupaya mengoptimalkan potensi hujan untuk menambah aliran masuk ke waduk kaskade, Sengguruh, Sutami-Lahor dan Wlingi. Upaya ini penting untuk menjaga kecukupan cadangan air, terutama dalam mendukung kebutuhan pertanian dan pembangkitan listrik, sekaligus mengantisipasi risiko kekeringan di Wilayah Sungai Brantas,” ujar Adi.

OMC dilaksanakan melalui penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan Natrium Klorida (NaCl) atau garam berbentuk serbuk halus. Total bahan semai yang digunakan sebanyak 3.200 kilogram NaCl dan akan ditambah secara bertahap. Bahan semai tersebut berfungsi membantu mempercepat proses pembentukan butiran hujan pada awan potensial. Penyemaian dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi kriteria meteorologis.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Pos Komando (Posko) OMC ditempatkan secara terpusat di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang. Posko ini menjadi pusat koordinasi operasional dan pemantauan kondisi meteorologi selama kegiatan berlangsung.

Selama pelaksanaan OMC, PJT I bersama BMKG dan pihak terkait akan memantau perkembangan curah hujan, aliran masuk, serta kondisi tampungan waduk. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi efektivitas pelaksanaan OMC dalam mendukung pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Brantas.

Melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan BP BUMN serta kolaborasi PJT I, BMKG, TNI AU dan PT PLN Nusantara Power, pelaksanaan OMC diharapkan dapat terus mendukung penguatan cadangan air di musim kemarau sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya air di Wilayah Sungai Brantas. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pengelolaan sumber daya air yang adaptif dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan air, pangan dan energi nasional. rac. wwn

Berita Terkait :  Pemkot Batu Siapkan Perda Lindungi Lahan Pertanian dan Optimalkan Aset Daerah

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!