Lamongan, Bhirawa – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, meninjau sekaligus meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidorejo, Kabupaten Lamongan, Kamis (15/10/2026). Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus menjadi salah satu sarana penyaluran bantuan sosial dan subsidi pemerintah secara bertahap.
Dalam kunjungannya, Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul tersebut melihat langsung kesiapan operasional KDMP Sidorejo yang telah dilengkapi manajer, pegawai, serta fasilitas penunjang. Meski demikian, penyempurnaan tata kelola dan sosialisasi kepada masyarakat masih diperlukan agar pelayanan koperasi semakin optimal.
Gus Ipul berharap, Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi tempat masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang sesuai dan lokasi yang lebih dekat dari tempat tinggal. Tidak hanya sebagai pembeli, masyarakat juga diharapkan dapat berperan sebagai penjual produk melalui koperasi sehingga memperoleh manfaat ekonomi.
Bahkan, keuntungan koperasi nantinya dapat dibagikan kepada anggota melalui mekanisme sisa hasil usaha (SHU) pada akhir tahun, sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, keberadaan KDMP diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di seluruh wilayah desa maupun kelurahan.
“Ke depan, kita harapkan semakin sempurna dan semakin baik, baik dari sisi tata kelola maupun sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengetahui secara utuh manfaat dari hadirnya Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Gus Ipul.
Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu turut mendukung dan mendampingi pengelolaan koperasi agar berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan. Sebab, tata kelola yang baik menjadi salah satu kunci agar koperasi dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
“Sesuai harapan Presiden RI, ke depan Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan dapat memfasilitasi penyaluran berbagai bantuan pemerintah, mulai dari bantuan sosial, subsidi, hingga komoditas kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Gus Ipul menjelaskan, penyaluran bantuan sosial dan subsidi melalui KDMP akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari koperasi yang telah beroperasi dan siap memberikan pelayanan.
Dalam kegiatan di Desa Sidorejo tersebut, penyaluran bantuan kepada keluarga penerima manfaat mulai dilakukan melalui KDMP Sidorejo dengan disaksikan perwakilan Bank Negara Indonesia (BNI).
Selain menjadi sarana penyaluran bantuan, KDMP juga diharapkan menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, seperti sembako, Minyakita, pupuk, dan LPG tiga kilogram sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah daerah pun diharapkan terus memberikan pendampingan kepada pengelola, terutama dalam memenuhi kebutuhan operasional, menjaga ketersediaan barang, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri Sosial RI ke Kabupaten Lamongan. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lamongan mendukung penuh program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu program Presiden RI.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perkembangan KDMP di wilayah Kabupaten Lamongan. Langkah tersebut dilakukan agar koperasi dapat dikelola dengan baik dan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya program KDMP di wilayah Kabupaten Lamongan yang merupakan salah satu program dari Presiden RI, Pemerintah Kabupaten Lamongan akan mendukung penuh program Bapak Presiden tersebut. Kami akan melaksanakan pengawasan dan evaluasi terkait perkembangan KDMP agar masyarakat dapat mandiri,” tegas Bupati Yuhronur.
Di sisi lain, Manajer KDMP Desa Sidorejo, Revindi, mengatakan sejumlah produk yang dijual koperasi mulai diminati masyarakat. Salah satu daya tariknya adalah harga produk yang dinilai lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Produk makanan ringan juga cukup banyak dibeli siswa karena lokasi koperasi berdekatan dengan sekolah.
Meski demikian, pihaknya masih perlu meningkatkan ketersediaan stok, khususnya kebutuhan pokok, agar masyarakat dapat memperoleh barang yang dibutuhkan tanpa harus mencari ke tempat lain.
“Ke depan, lebih dioptimalkan lagi untuk barang sembako supaya pengirimannya lebih cepat dan barangnya tersedia,” kata Revindi.
Menurutnya, kelancaran pasokan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan agar pelayanan koperasi semakin maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, KDMP Sidorejo juga berpotensi menjadi tempat pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta hasil pertanian lokal, termasuk gabah.
Namun, mekanisme pemasaran dan penyaluran hasil pertanian melalui Agrinas masih perlu dipahami lebih lanjut oleh pihak pengelola. [yit.kt]



