27.8 C
Sidoarjo
Friday, July 3, 2026
spot_img

Lima Finalis Koperasi Berprestasi, Contoh Praktik Baik untuk Peningkatan Koperasi di Jatim

Final Lomba Koperasi Berprestasi 2026 diselenggarakan pada 30 Juni 2026 lalu

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas koperasi sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah. Dari data terbaru Dinas Koperasi dan UKM, per 29 Juni 2026 tercatat 29.164 koperasi aktif di provinsi ini, atau sekitar 13 persen dari 224.858 koperasi aktif di seluruh Indonesia.

Angka itu menunjukkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah koperasi aktif terbesar di tanah air, potensi besar yang perlu diarahkan agar memberi manfaat ekonomi nyata bagi anggota dan masyarakat.

“Koperasi bukan sekadar angka. Kualitas tata kelola, kesehatan usaha, dan manfaat bagi anggotalah yang harus terus ditingkatkan,” kata Nanang Abu Hamid, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, mewakili Kepala Dinas Endy Alim Abdi Nusa, Jumat (3/7/2026).

Untuk mewujudkan Koperasi berkualitas sebagai kunci penguatan ekonomi Jawa Timur, maka Dinas Koperasi UKM Provinsi Jatim menggelar acara Final Lomba Koperasi Berprestasi 2026 diselenggarakan pada 30 Juni 2026 lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk memberi apresiasi kepada koperasi yang berhasil menerapkan praktik tata kelola baik dan inovasi usaha.

Peran strategis koperasi tercermin dari kontribusi sektor koperasi dan UKM terhadap perekonomian Jawa Timur. Pada 2025 nilai tambah bruto koperasi dan UKM mencapai Rp 1.747 triliun atau 60,43 persen dari total PDRB Jawa Timur yang sebesar Rp 3.168 triliun. “Koperasi adalah sokoguru ekonomi kerakyatan. Untuk itu pembinaan, pendampingan, dan pengawasan harus berkelanjutan agar koperasi sehat, profesional, dan adaptif,” ujar Nanang.

Berita Terkait :  DAU dan DAK Terpangkas, Pemkab Tulungagung Efisiensi Anggaran Rp52,3 M

Lomba Koperasi Berprestasi 2026 dilaksanakan mengacu pada Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor 06/PER/M.KUKM/V/2006 tentang Pedoman Penilaian Koperasi Berprestasi. Penilaian dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel melalui tahapan seleksi administrasi, penilaian dokumen, verifikasi lapangan, hingga presentasi dan wawancara di hadapan dewan juri.

Pada final kali ini juri menilai sejumlah aspek utama, antara lain, aspek kelembagaan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, tata kelola organisasi dan pelaksanaan rapat anggota tahunan, kinerja usaha dan kesehatan koperasi, kinerja keuangan, manfaat ekonomi bagi anggota, inovasi dan transformasi digital dan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Selain itu, keberlanjutan usaha serta penerapan prinsip-prinsip koperasi juga menjadi salah satu aspek poin penilaian,” ujarnya menambahkan.

Dari proses tersebut terpilih lima nominasi terbaik pada masing-masing kategori yang maju ke babak final. Menurut Nanang, kelima besar yang masuk final merupakan koperasi-koperasi yang telah melalui seleksi ketat dan menunjukkan kinerja unggul. “Mereka layak mendapat apresiasi karena telah menjadi contoh praktik baik yang bisa dipelajari koperasi lain,” kata Nanang.

Pemerintah provinsi memberikan penghargaan kepada pemenang berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan. Juara I menerima Rp 12.500.000, juara II Rp 10.000.000, dan juara III Rp 7.500.000. Lebih dari hadiah finansial, Nanang menekankan pentingnya peran finalis sebagai role model.

“Kami berharap koperasi terbaik dapat menjadi sumber inspirasi dan mempercepat peningkatan kualitas koperasi lain di Jawa Timur,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pj Wali Kota Mojokerto Berikan Santunan Korban Kecelakaan Pantai Drini

Selain memberi penghargaan, ajang ini dimaksudkan sebagai media pembelajaran bersama. Final Lomba Koperasi Berprestasi membuka ruang untuk berbagi praktik terbaik, memperluas jejaring antar koperasi, dan memotivasi pengurus untuk terus memperbaiki tata kelola serta inovasi usaha. Nanang menegaskan bahwa pembinaan tak berhenti pada satu ajang.

“Pemerintah provinsi akan melaksanakan pembinaan berkelanjutan agar koperasi mampu menjadi lembaga ekonomi modern, profesional, inklusif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun global,” tuturnya.

Nanang mengajak seluruh koperasi di Jawa Timur menjadikan kompetisi sebagai momentum memperkuat fungsi koperasi bagi kesejahteraan anggota dan pembangunan daerah. “Selamat kepada lima besar yang masuk final. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas koperasi sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi anggota dan masyarakat,” ujarnya menutup. [ara.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!