Kota Probolinggo, Bhirawa – Sebanyak 54 siswa kelas II SDN Kebonsari Kulon 1 Kota Probolinggo mengikuti kegiatan outing class dengan mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah dan ikon daerah, Selasa (13/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk mengenalkan sejarah, budaya, serta perkembangan Kota Probolinggo secara langsung kepada siswa.
Sejumlah lokasi yang dikunjungi meliputi Wisata Kota Probolinggo, Museum Probolinggo, Gereja Merah, Alun-alun Kota Probolinggo, hingga Menara Air Randu Pangger. Melalui kunjungan tersebut, siswa diajak mengenal berbagai peninggalan sejarah dan tempat yang memiliki nilai penting bagi identitas kota.
Pembelajaran di luar lingkungan sekolah ini dirancang agar siswa memperoleh pengalaman yang lebih konkret. Mereka tidak hanya menerima materi dari buku pelajaran, tetapi juga berkesempatan mengamati langsung bangunan, lingkungan, dan objek yang berkaitan dengan sejarah daerah.
Kepala SDN Kebonsari Kulon 1, Fitri Kamsinah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya memperluas wawasan siswa melalui pengalaman belajar secara langsung. Pengenalan sejarah dan budaya lokal sejak dini dinilai penting untuk menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian terhadap daerah sendiri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenal Kota Probolinggo lebih dalam, mulai dari sejarah masa lampau, bangunan bersejarah, hingga budaya yang menjadi bagian dari identitas kota. Kami berharap mereka tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru dan tumbuh rasa cinta terhadap Kota Probolinggo,” ujarnya saat ditemui di Museum Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Fitri turut mendampingi para siswa bersama lima guru lainnya. Para pendamping mengarahkan siswa selama mengunjungi setiap destinasi agar kegiatan berlangsung tertib dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Pemilihan sejumlah lokasi dengan karakter berbeda juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal beragam sisi Kota Probolinggo, mulai dari bangunan bersejarah hingga ruang publik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan outing class ini, sekolah berharap proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami siswa. Selain menambah pengetahuan, pengalaman tersebut diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan lingkungan daerah sejak usia dini. [fir.wwn]






