Kota Pasuruan, Bhirawa. – Gelak tawa, derap langkah kostum megah dan pendar lampu warna-warni menyulap kawasan GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan, menjadi lautan manusia pada Sabtu (26/9) malam.
Di bawah naungan langit akhir September, ribuan warga berjejal, terpikat oleh denyut magis Purworejo Night Carnival yang mengangkat tema Legenda Warisan Nusantara’.
Sebanyak 15 kontingen tampil habis-habisan. Bukan sekadar parade kostum, tiap kelompok memboyong racikan narasi lokal yang disulap menjadi tontonan visual memukau.
Tokoh-tokoh mitos hingga alur cerita rakyat Nusantara seolah hidup kembali di panggung jalanan, diperagakan dengan apik oleh para pemuda setempat.
Di tengah riuhnya sorak-sorai penonton, Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo atau yang akrab disapa Mas Adi hadir menikmati parade bersanding dengan Wakil Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Pasuruan, hingga jajaran camat dan lurah se-Kecamatan Purworejo.
Antusiasme warga yang meluap terlihat dari padatnya trotoar di sepanjang rute karnaval. Warga rela berdiri berjam-jam demi mengabadikan momen lewat layar ponsel masing-masing.
“Bagus banget, kostumnya niat-niat sekali. Biasanya karnaval cuma pakaian umum, tapi ini ceritanya kelihatan hidup karena bawain legenda Nusantara. Anak-anak saya sampai betah duduk di depan dari awal sampai akhir,” tandas Sinta Rahmawati (37), warga Purworejo yang datang memboyong keluarga kecilnya.
Geliat megah ini lahir dari tangan dingin pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kecamatan Purworejo berkolaborasi dengan Karang Taruna Kelurahan Purutrejo.
Hajatan itu, sekaligus menjadi puncak manis peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Pasuruan, bertepatan dengan momen Bulan Bhakti Karang Taruna Indonesia.
“Purworejo Night Carnival ini adalah kegiatan terakhir dari rangkaian HUT Kemerdekaan RI. Walaupun sudah di penghujung September, gejolak semangatnya masih sangat terasa,” tutur Mas Adi di sela acara.
Langkah anak-anak muda itu semakin istimewa karena diusung secara mandiri lewat jejaring kolaborasi bersama sponsor dan para pemangku kepentingan. Tak heran, apresiasi hangat meluncur langsung dari sang Wali Kota.
Namun, di balik sorot lampu panggung dan keindahan busana karnaval, ada roda ekonomi warga yang ikut berputar kencang.
Puluhan lapak UMKM di sekitar lokasi diserbu warga. Bau harum jajanan malam menyatu dengan riuh tepuk tangan, menandakan geliat ekonomi kerakyatan yang hidup dari ajang kreatif ini.
Dampak manis ini dirasakan langsung oleh para pedagang di sekitar lokasi GOR Untung Suropati.
Hafid Rahman (42), salah seorang penjual minuman dan makanan ringan, mengaku dagangannya ludes hanya dalam kurun beberapa jam saja.
“Alhamdulillah, ramai sekali malam ini. Dari Maghrib tadi penonton sudah memadati lokasi, dagangan saya sampai nambah stok dua kali. Ajang seperti ini bikin pedagang kecil seperti kami ikut panen rezeki,” ungkap Hafid dengan wajah sumringah.
Melihat respons liar masyarakat, warga pun berharap ajang ini bisa dipatenkan menjadi agenda tahunan Kota Pasuruan.
“Harapannya acara seperti ini terus ada tiap tahun dan skalanya makin diperbesar. Selain jadi hiburan gratis buat warga, kita juga bangga lihat anak-anak muda Karang Taruna punya wadah tampil kreatif begini,” papar Antoni Yahya (28), warga Bugul Kidul yang sengaja datang ke lokasi.
Mas Adi mengamini hal tersebut. Menurutnya, kolaborasi antar-sektor inilah yang menjadi kunci suksesnya acara.
“Momentum seperti ini tak hanya jadi panggung bagi para talent muda, tapi juga penggerak UMKM. Semuanya terlibat, semuanya merasakan dampak positif,” jelas Mas Adi.
Langkah konkret para pemuda malam itu semakin mempertegas arah pembangunan kepemudaan di Kota Pasuruan.
Mas Adi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal wadah-wadah kreatif semacam ini agar Pasuruan benar-benar menjelma sebagai kota yang ramah dan layak bagi tumbuh kembang potensi pemuda.
“Pemerintah Kota Pasuruan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa untuk anak-anak muda Karang Taruna. Ini akan terus kita dukung bersama-sama agar ke depan makin dahsyat, mewujudkan Kota Pasuruan sebagai kota layak pemuda,” tutur Mas Adi. [hil.hel]


