28 C
Sidoarjo
Sunday, September 27, 2026
spot_img

FESyar Jawa 2026 Momentum Perluas Pasar Internasional

Pemprov Dorong Penguatan Ekosistem Halal Jatim Tembus Pasar Global

Pemprov, Bhirawa – Pemprov Jatim terus mendorong penguatan ekosistem industri halal di Jawa Timur agar semakin mampu menembus pasar global. Penguatan tersebut dilakukan mulai dari produksi, sertifikasi, pembiayaan, hingga perluasan akses pemasaran dan kemitraan internasional.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan komitmen tersebut saat mendampingi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9).

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar Jawa 2026 menghadirkan 312 stan pameran. Kegiatan yang berlangsung secara hibrida hingga 27 September tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 pada Oktober 2026 di Jakarta.

Khofifah mengatakan, Jawa Timur memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri halal. Karena itu, penguatan ekosistem secara menyeluruh menjadi penting agar produk-produk Jawa Timur tidak hanya memiliki sertifikasi dan daya saing, tetapi juga mampu masuk ke pasar internasional.

“Kekuatan ekosistem halal Jawa Timur sendiri terus berkembang. Untuk sekarang, kita sudah punya 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat atau KHAS, 804 destinasi pariwisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal. Insya Allah ini akan selalu kita kembangkan lebih jauh,” ujar Khofifah.

Penguatan tersebut juga terlihat dari capaian sertifikasi halal. Hingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jawa Timur yang mencakup sekitar 1,8 juta produk.

Menurut Khofifah, capaian sertifikasi halal menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk Jawa Timur dalam memperluas akses pasar.

Berita Terkait :  Mudahkan Investasi, Pemkot Batu Siap Turunkan Angka Kemiskinan

“Penguatan ekosistem halal juga berjalan seiring dengan penguatan sektor keuangan syariah. Nilai aset perbankan syariah di Jawa Timur mencapai Rp937,13 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp857,63 triliun,” terang Khofifah.

Tak hanya di dalam negeri, Pemprov Jatim juga mulai mendorong ekspansi industri halal ke pasar internasional. Jawa Timur sebelumnya meraih Terbaik I Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian RI.

Khofifah menyebut, ekspansi tersebut antara lain diarahkan pada penguatan rantai pasok kebutuhan haji dan umrah. Salah satunya melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Arab Saudi di Jeddah yang mencatat transaksi lebih dari Rp6,7 triliun.

“Ini akan diikuti dengan kunjungan tim investor ke Jawa Timur pada Oktober, November, dan awal Januari. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi pengembangan ekosistem dan industri halal yang sedang kita tumbuh kembangkan,” tuturnya.

Ia menilai tingginya resonansi FESyar Jawa 2026 juga membuka peluang semakin luasnya jejaring bisnis halal Jawa Timur dengan pasar internasional.

“Saya percaya bahwa resonansi FESyar di Jawa Timur ini sangat kuat. Bahkan ada salah satu pimpinan pelaku usaha Saudi Arabia yang mengunggah tentang FESyar ini. Itu berarti, resonansinya sangat kuat,” lanjut Khofifah.

Karena itu, Khofifah berharap FESyar tidak berhenti sebagai ajang pameran dan transaksi selama festival berlangsung. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut harus diukur dari keberlanjutan kerja sama, kemitraan, inovasi, serta perluasan pasar yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Berita Terkait :  Solusi Atasi Banjir Tahunan, Dewan Jatim Dorong Percepatan Proyek Drainase Jalan Suhat Kota Malang

“Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang terus berlanjut setelah festival ini selesai. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya,” pesannya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan Jawa Timur dipilih sebagai tuan rumah FESyar Regional Jawa 2026 karena memiliki potensi besar sebagai salah satu barometer ekonomi syariah nasional.

Jawa Timur memiliki sekitar 97,33 persen penduduk Muslim dan 7.347 pesantren. Selain itu, Surabaya memiliki sejarah penting dalam perkembangan FESyar karena menjadi lokasi pertama penyelenggaraan ISEF pada 2014.

“FESyar ini sudah 13 kali diselenggarakan dan tidak pernah bergeser dari Jawa Timur, kita tidak bisa berpindah ke lain hati. Karena nama Festival Ekonomi Keuangan Syariah itu sudah dipatenkan Jawa Timur 13 tahun lalu,” kata Destry.

Ia mengatakan, potensi ekonomi syariah yang besar di Indonesia mendorong BI membawa konsep FESyar dari tingkat regional ke level nasional melalui ISEF.

“Dan saat itu kami melihat acara ini bagus sekali dan sangat cocok dengan Indonesia, di mana kita mempunyai potensi yang sangat besar dengan umat muslim kita yang sangat besar juga. Kami berpikir tidak cukup kalau hanya di regional sehingga FESyar ini kami bawa ke level pusat. Tapi idenya ada di sini, sehingga FESyar Jawa akan selalu ada di Jawa Timur,” pungkasnya.

Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Ibrahim.

Berita Terkait :  KPU Terjunkan 116.629 Pantarlih di Pilkada Jatim 2024

Wakil Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak resmi dilantik sebagai Ketua Umum PW MES Jawa Timur Periode 2026-2031. Emil kembali dipercaya memimpin MES Jawa Timur setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum periode 2022-2025. Pelantikan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (26/9).

Pelantikan Emil beserta 85 orang Pengurus Wilayah MES Jawa Timur dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat MES sekaligus Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Setelah prosesi pelantikan, Emil memimpin pembacaan ikrar seluruh pengurus yang baru dilantik.

Gubernur Khofifah menyampaikan selamat kepada Emil dan seluruh jajaran pengurus yang dilantik. Ia mengapresiasi dedikasi MES dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Pak Wagub yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah MES untuk 5 tahun ke depan. Sebelumnya pak Wagub juga menjadi Ketua Umum untuk periode 2022-2025, dan saya melihat langsung betapa dedikasi beliau sangat kuat untuk ekonomi syariah di Jawa Timur,” imbuhnya.

Menurut Khofifah, kehadiran MES dan kepemimpinan Emil telah memperkuat kerja sama antarpelaku dalam ekosistem ekonomi syariah.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki modal besar berupa kekuatan UMKM, industri halal, ekonomi pesantren, serta berbagai sektor produktif lainnya. Seluruh kekuatan tersebut perlu dihubungkan dalam satu rantai nilai halal atau halal value chain yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. [ina.riq.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!