Oleh:
Febri Dwi Irfansyah
Lulusan Program Studi Biologi Universitas Airlangga (UNAIR), Wina Dian Savitri, S.Si., M. Agr. terus mengembangkan kariernya di bidang pendidikan dan riset bioteknologi. Alumni UNAIR tersebut kini berprofesi sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA).
Wina Dian Savitri menyelesaikan pendidikan Sarjana Sains pada Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga pada tahun 2008. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister bidang pertanian dengan konsentrasi hortikultura di Kyungpook National University, Korea Selatan.
Karier akademiknya berkembang di bidang bioteknologi tanaman. Berdasarkan profil Fakultas Teknobiologi UBAYA, Wina Dian Savitri tercatat sebagai dosen dengan bidang keahlian plant tissue culture dan plant pathology. Kedua bidang tersebut ditekuninya selama studi magister, dalam penelitian tentang eliminasi Chrysanthemum stunt viroid (viroid penyebab penyakit kerdil pada tanaman krisan) yang menyerang tanaman krisan varietas asli Korea.
Selain mengajar, Wina aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Data SINTA mencatat Wina Dian Savitri sebagai peneliti dari Universitas Surabaya dengan bidang kepakaran Plant Biotechnology. Sejumlah karya ilmiahnya membahas kultur jaringan tanaman, mikroorganisme endofit, pertumbuhan tanaman, serta bioteknologi tanaman.
Meneliti Mangrove dan Bakteri Endofit
Salah satu bidang penelitian yang ditekuni Wina adalah pemanfaatan bioteknologi untuk memahami dan mengembangkan tanaman mangrove. Bersama peneliti lain, ia melakukan penelitian terhadap Avicennia marina, salah satu jenis mangrove yang tumbuh di kawasan pesisir Indonesia.
Penelitian Wina mengenai bakteri endofit pada Avicennia marina dilakukan di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. Penelitian tersebut mengidentifikasi dan mengkarakterisasi bakteri yang hidup di dalam jaringan tanaman mangrove. Hasil penelitian menunjukkan adanya isolat bakteri yang teridentifikasi sebagai Bacillus subtilis dan Bacillus sp.
Penelitian tersebut kemudian dikembangkan melalui studi mengenai pengaruh bakteri endofit terhadap pertumbuhan dan infeksi pada Avicennia marina. Penelitian yang dipublikasikan pada 2024 menunjukkan bahwa bakteri endofit yang diuji menghasilkan indole acetic acid (IAA) dan siderofor. Penelitian tersebut juga mengamati perubahan fase pertumbuhan pada sebagian tanaman yang mendapat perlakuan.
Riset lain yang melibatkan Wina juga mengkaji teknik inisiasi kultur Avicennia marina dari Indonesia menggunakan dua jenis media kultur. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Journal of Scientific Agriculture pada 2024.
Rangkaian penelitian tersebut memperlihatkan konsistensi bidang keilmuan Wina pada persimpangan antara bioteknologi tanaman, mikrobiologi lingkungan, kultur jaringan, dan konservasi tanaman.
Dari Kultur Jaringan hingga Bioteknologi Tanaman
Sebelum menekuni riset mangrove, Wina juga aktif melakukan penelitian kultur jaringan berbagai tanaman. Salah satu publikasinya membahas pengaruh sitokinin terhadap pertumbuhan in vitro hipokotil dan kotiledon tanaman tomat. Penelitian tersebut diterbitkan dalam Pertanika Journal of Tropical Agricultural Science.
Ia juga terlibat dalam penelitian mengenai pembungaan dan pembuahan tanaman tomat secara in vitro. Penelitian tersebut menguji penggunaan zat pengatur tumbuh untuk memperoleh kondisi yang mendukung pembentukan bunga dan buah pada tanaman tomat dalam kultur jaringan.
Pengalaman riset tersebut kemudian diperluas melalui kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Wina, misalnya, menjadi salah satu pengajar dalam pelatihan budidaya jamur tiram dan tanaman obat keluarga. Ia memberikan materi mengenai teknik budidaya jamur tiram dan mengajak peserta melakukan praktik pembuatan media tanam.
Dalam kegiatan lain, Wina terlibat dalam pelatihan pertanian secara vertikultur bagi masyarakat di Kampung Mejoyo, Surabaya. Program tersebut memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya sayuran dan diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Aktif Menulis Buku dan Publikasi Ilmiah
Selain publikasi jurnal, Wina juga berkontribusi dalam penulisan buku. Bersama Ida Bagus Made Artadana, ia menulis buku Dasar-Dasar Genetika Mendel dan Pengembangannya yang diterbitkan Graha Ilmu pada 2018. Buku tersebut membahas prinsip genetika Mendel serta berbagai pengembangannya, termasuk pewarisan sifat, pautan gen, rekombinasi, variasi kromosom, dan genetika populasi.
Pada 2024, Wina juga tercatat sebagai salah satu penulis buku Bioteknologi Tanaman: Teknik Eliminasi Virus dan Deteksi Molekuler Tanaman Bebas Virus. Karya tersebut memperkuat rekam jejaknya dalam pengembangan dan penyebarluasan pengetahuan di bidang bioteknologi tanaman.
Aktivitas akademik Wina juga mencakup forum ilmiah nasional dan internasional. Ia pernah mempresentasikan hasil penelitian dalam konferensi bidang hortikultura di Korea Selatan serta berbagai forum ilmiah di Indonesia.
Melanjutkan Studi Doktoral
Di tengah aktivitasnya sebagai dosen dan peneliti, Wina Dian Savitri juga melanjutkan pendidikan doktoral. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian pada Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada.
Langkah tersebut menunjukkan keberlanjutan pengembangan kompetensi akademiknya. Bidang yang ditekuni tetap berkaitan dengan mikrobiologi lingkungan, bioteknologi tanaman, kultur jaringan, serta interaksi antara mikroorganisme dan tanaman.
Perjalanan Wina Dian Savitri menjadi contoh bahwa lulusan Biologi UNAIR dapat mengembangkan karier di berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi, penelitian, bioteknologi tanaman, mikrobiologi lingkungan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dari pendidikan sarjana di UNAIR, pengalaman akademik di Korea Selatan, hingga kiprahnya sebagai dosen dan peneliti di UBAYA serta studi doktoral di Universitas Gadjah Mada, perjalanan tersebut memperlihatkan perkembangan profesi alumni Biologi UNAIR dalam bidang sains dan teknologi.
Dengan fokus pada bioteknologi tanaman dan penelitian mikroorganisme, Wina terus mengembangkan keilmuan yang tidak hanya relevan bagi dunia akademik, tetapi juga memiliki kaitan dengan pengembangan tanaman, konservasi mangrove, pertanian, dan pemanfaatan bioteknologi bagi masyarakat. [*]


