31 C
Sidoarjo
Friday, September 25, 2026
spot_img

Fikom UC Integrasikan AI dalam Pembelajaran Empat Peminatan Baru

Pemprov Jatim, Bhirawa – Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Media (Fikom) Universitas Ciputra (UC) Surabaya mengintegrasikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke dalam proses pembelajaran di setiap peminatan baru yang diluncurkan.

Dekan Fikom UC, Dr. Cosmas Gatot Haryono, mengatakan AI ditempatkan sebagai alat bantu bagi mahasiswa dalam melakukan riset dan pengembangan. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memperkaya ide, melakukan riset pasar, serta menganalisis kebutuhan industri dan publik.

“Di UC, kami adalah kampus yang menggunakan AI dan bersahabat dengan AI. Di setiap peminatan, AI ditempatkan sebagai alat untuk membantu riset dan pengembangan,” ujar Cosmas seusai prosesi peluncuran empat peminatan baru di panggung utama UC Plaza, CitraLand CBD Boulevard, Sambikerep, Surabaya, Jumat (25/9/2026) pagi.

Menurut Cosmas, pemanfaatan AI menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan industri komunikasi yang semakin digital, spesifik, dan lintas negara. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk memahami sekaligus memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat.

Empat peminatan baru yang diluncurkan Fikom UC adalah Digital Public Relations (DPR), Cinematography and Digital Content (CDC), Global Marketing Communications (GMC), serta International Relations and Communications (IRC).

Pada peminatan Digital Public Relations, AI dapat mendukung mahasiswa dalam melakukan riset reputasi, menganalisis percakapan di media sosial, memetakan stakeholder, hingga mengidentifikasi potensi krisis komunikasi.

Berita Terkait :  Pasca Teror, Kemendikdasmen Perkuat Pendampingan Psikologis bagi Murid Selama MPLS Ramah

Sementara itu, pada Cinematography and Digital Content, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pengembangan ide, penyusunan konsep cerita, serta proses kreatif dalam produksi konten audiovisual. Meski demikian, mahasiswa tetap diarahkan untuk mengembangkan kreativitas dan sudut pandang orisinal.

Dalam Global Marketing Communications, pemanfaatan AI berkaitan dengan riset pasar, analisis perilaku konsumen, pengembangan strategi pemasaran digital, serta pemetaan kebutuhan komunikasi di berbagai negara dan budaya.

Adapun pada International Relations and Communications, AI dapat digunakan untuk membantu mahasiswa memahami isu global, menganalisis informasi, memetakan hubungan stakeholder, serta mengembangkan strategi komunikasi dalam lingkungan bisnis dan hubungan internasional.

Cosmas menegaskan, penggunaan AI dalam pembelajaran tidak berarti menggantikan peran manusia. Menurut dia, kemampuan berpikir strategis, kreativitas, analisis, dan pengambilan keputusan tetap menjadi aspek utama yang harus dimiliki mahasiswa.

“Peran manusia tetap yang paling utama. AI menjadi alat bantu, bukan pengganti kemampuan manusia dalam berpikir strategis dan kreatif,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pengintegrasian AI tersebut sejalan dengan pendekatan pembelajaran Fikom UC yang berbasis proyek dan real client project. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengerjakan proyek nyata yang berkaitan dengan kebutuhan industri komunikasi.

Melalui pendekatan itu, mahasiswa dapat belajar menggunakan AI secara kontekstual, mulai dari menyusun riset, mengembangkan gagasan, merancang strategi komunikasi, hingga menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Berita Terkait :  Perkuat Kolaborasi dan Pengembangan SDM Penyiaran, FISIP UB & KPID Jatim Teken PKS

“Perubahan itu berupa kebutuhan sumber daya manusia baru dengan keterampilan-keterampilan khusus yang saat ini dibutuhkan. Dari riset kami, keempatnya di era digital sangat dibutuhkan,” kata Cosmas.

Ia menambahkan, pembukaan empat peminatan tersebut dilakukan setelah Fikom UC berdiskusi dengan pelaku industri, stakeholder, dan berbagai pihak yang berkaitan dengan dunia komunikasi. Langkah itu dilakukan agar peminatan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kami tidak sekadar memilih secara acak. Kami berdiskusi dengan pelaku pasar, dunia industri, dan stakeholder di bidang komunikasi. Hasilnya, empat peminatan ini kami nilai memiliki prospek dan akan disambut baik oleh pasar,” ujarnya.

Fikom UC yang berdiri sejak 31 Mei 2017 telah meluluskan lima batch mahasiswa. Selain mengandalkan pembelajaran berbasis proyek, fakultas tersebut juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa melalui kegiatan seperti pembangunan bisnis komunikasi, penyelenggaraan Ciputra Film Festival, serta pitching ide promosi kepada mitra industri.

Menurut Cosmas, empat peminatan baru itu berpeluang dikembangkan menjadi program studi tersendiri apabila memperoleh antusiasme tinggi dari masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan industri.

“Biasanya di UC, peminatan merupakan rintisan untuk menjadi jurusan baru. Kalau antusiasme masyarakat tinggi, tentu akan kami kembangkan menjadi program studi yang berdiri sendiri,” jelasnya.

Selain meluncurkan empat peminatan baru, Fikom UC juga tengah mempersiapkan program magister komunikasi dengan konsentrasi Strategic Marketing Communication. Usulan program tersebut telah diajukan kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan diharapkan dapat menerima mahasiswa baru pada 2027. [aya.kt]

Berita Terkait :  Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Tuntaskan Buta Aksara

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!