33 C
Sidoarjo
Friday, September 25, 2026
spot_img

Emil Dardak: Digitalisasi Harus Ciptakan Nilai Ekonomi, Bukan Sekadar Perluas Transaksi

Pemprov Jatim, Bhirawa – Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa transformasi ekonomi dan keuangan digital harus melampaui peningkatan penggunaan teknologi. Menurutnya, digitalisasi harus mampu mendorong produktivitas, memperluas kesempatan ekonomi, dan menciptakan nilai tambah yang dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Emil saat menjadi narasumber dalam diskusi panel Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Diskusi bertema “Akselerasi Ekonomi Keuangan Digital untuk Mendukung Produktivitas Ekonomi” itu juga menghadirkan Gubernur Sulawesi Selatan, Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kepala Badan Pengembangan Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia.

Fondasi Ekonomi dan Digital Menguat

Emil menyebut Jawa Timur memiliki modal kuat untuk mempercepat transformasi digital. Pada Semester I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,84 persen secara kumulatif atau c-to-c. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa.

Jawa Timur juga berkontribusi sebesar 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34 persen terhadap perekonomian nasional. Struktur ekonomi tersebut ditopang sektor-sektor produktif, terutama industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

“Skala ekonomi yang besar, pertumbuhan yang kuat, dan masyarakat yang semakin siap digital menjadi modal penting bagi percepatan ekonomi keuangan digital dan peningkatan produktivitas ekonomi,” kata Emil.

Kesiapan digital Jawa Timur, lanjut Emil, terlihat dari penetrasi internet yang pada 2026 mencapai 83,41 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 81,72 persen.

Selain itu, berdasarkan capaian 2025, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Jawa Timur berada di angka 49,17. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mencapai 4,79 dengan predikat memuaskan, sedangkan Indeks Satu Data Indonesia mencapai 90,13 dan menempatkan Jawa Timur di peringkat pertama nasional.

Berita Terkait :  Pemkot Kediri Sidak Pupuk Subsidi, Stok Aman Meski Kuota Kios Pengecer hingga Produsen Turun

Menurut Emil, berbagai capaian tersebut harus dimanfaatkan untuk mendorong digitalisasi yang lebih produktif. Teknologi tidak cukup hanya memperluas konektivitas dan penggunaan layanan digital, tetapi juga harus mampu menggerakkan aktivitas ekonomi yang menciptakan nilai tambah.

Digitalisasi Harus Terhubung dengan Pembiayaan

Jawa Timur terus mempercepat digitalisasi transaksi daerah. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) telah mencapai 98,3 persen, sementara transaksi non-tunai berada di angka 82,05 persen.

Penyetoran opsen pajak secara non-tunai dan real time juga telah terintegrasi di seluruh 38 kabupaten/kota. Pada saat yang sama, penggunaan berbagai kanal pembayaran digital seperti QRIS, e-Samsat, mobile banking, dompet digital, dan marketplace terus diperluas.

“Digitalisasi harus memberikan kemudahan nyata, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Tetapi kita juga harus memastikan manfaatnya bergerak lebih jauh, dari sekadar transaksi menuju peningkatan produktivitas dan penciptaan nilai tambah,” ujar Emil.

Ia menekankan, ekonomi dan keuangan digital tidak boleh berhenti pada sistem pembayaran. Ekosistem digital harus terhubung dengan fungsi intermediasi dan pembiayaan kegiatan produktif agar mampu mendukung ekspansi usaha, investasi, dan sektor riil.

Per Juli 2026, kredit modal kerja di Jawa Timur mencapai Rp323,57 triliun atau 50,47 persen dari total kredit. Sementara itu, kredit investasi mencapai Rp116,85 triliun atau 18,23 persen, dengan pertumbuhan sebesar 14,56 persen secara tahunan atau year-on-year.

“Ukuran keberhasilan ekonomi-keuangan digital pada akhirnya adalah produktivitas. Bagi UMKM, digitalisasi harus membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas. Bagi dunia usaha, teknologi harus meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi. Bagi sektor keuangan, inovasi harus memperluas akses layanan dan pembiayaan,” jelasnya.

Berita Terkait :  BPBD Jatim Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur

Bagi masyarakat, Emil melanjutkan, transformasi digital harus menghadirkan layanan yang lebih mudah dan inklusif sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar. Dengan begitu, digitalisasi dapat bergerak dari sekadar digital adoption menuju economic value creation.

UMKM dan Sektor Produktif Jadi Fokus

Emil mengatakan, akselerasi ekonomi dan keuangan digital harus memberikan dampak nyata bagi berbagai kelompok ekonomi. Bagi UMKM, teknologi diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus mempermudah pembiayaan.

Bagi dunia usaha, digitalisasi harus mampu meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi. Sementara itu, sektor-sektor produktif perlu memperoleh layanan keuangan digital yang semakin terhubung dengan kebutuhan investasi dan ekspansi usaha.

“Yang ingin kita bangun adalah ekosistem di mana teknologi tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan pembiayaan, dunia usaha, sektor riil dan kebutuhan masyarakat. Di situlah nilai ekonomi dari transformasi digital dapat semakin dirasakan,” katanya.

Selain infrastruktur dan ekosistem keuangan, Emil menilai ketersediaan talenta digital menjadi faktor penting untuk memastikan transformasi digital menghasilkan produktivitas.

Jawa Timur telah memetakan kebutuhan pengembangan talenta digital sebanyak 19.462 peserta. Sasaran tersebut mencakup aparatur sipil negara, pelajar dan mahasiswa, pendidikan vokasi, industri kecil dan menengah, industri, lulusan baru, serta masyarakat umum.

Pengembangan kompetensi tersebut diarahkan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemetaan kebutuhan, pelatihan, sertifikasi, hingga link and match dengan kebutuhan industri.

Menurut Emil, talenta digital yang disiapkan tidak cukup hanya memiliki keterampilan dasar. Generasi mendatang juga harus mampu merespons perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan teknologi baru, memiliki kecerdasan digital, berinovasi, serta menciptakan nilai tambah.

Berita Terkait :  Bersih-bersih Pasca Yadnya Kasada, Kumpulkan Satu Ton Sampah

“Jawa Timur tidak hanya ingin mencetak pengguna teknologi, tetapi menyiapkan talenta yang mampu menciptakan inovasi dan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” tegasnya.

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Emil menegaskan, transformasi ekonomi dan keuangan digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah berperan membangun regulasi, infrastruktur, dan layanan digital.

Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan memperkuat ekosistem pembayaran, inklusi, literasi, serta tata kelola sektor keuangan. Di sisi lain, perbankan dan perusahaan teknologi finansial menghadirkan inovasi transaksi dan pembiayaan.

Industri dan UMKM menjadi ruang penerapan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Sementara itu, perguruan tinggi dan ekosistem pendidikan berperan menyiapkan talenta, riset, serta inovasi.

“Ekonomi-keuangan digital membutuhkan kolaborasi ekosistem. Pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, industri, perguruan tinggi dan masyarakat harus bergerak bersama agar transformasi digital memberikan dampak ekonomi yang semakin luas,” ujar Emil.

Ke depan, Jawa Timur akan memperkuat empat arah utama. Pertama, memperluas digitalisasi transaksi agar semakin mudah, efisien, dan inklusif. Kedua, memperkuat pembiayaan produktif. Ketiga, mempercepat adopsi digital bagi pelaku ekonomi, khususnya UMKM dan sektor produktif.

Keempat, menyiapkan talenta serta inovasi digital agar transformasi teknologi mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.

Emil menegaskan, sinergi seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar digitalisasi menjadi penggerak ekonomi Jawa Timur yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Pada akhirnya, akselerasi ekonomi-keuangan digital bukan sekadar memperluas penggunaan teknologi dan transaksi digital. Transformasi ini harus bermuara pada peningkatan produktivitas, penciptaan nilai tambah, perluasan kesempatan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Emil. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!