27.2 C
Sidoarjo
Monday, September 14, 2026
spot_img

Tak Sekadar Mengajar, Guru di Kota Kediri Diminta jadi Teladan


Kediri, Bhirawa – Guru di Kota Kediri diminta tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik. Keteladanan, pendampingan, dan doa dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter serta mengembangkan potensi anak.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Santunan Anak Yatim di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri, Senin (14/9).

Qowimuddin mengatakan, pola pendidikan yang dicontohkan Rasulullah SAW dapat menjadi pijakan bagi guru dalam mendampingi anak. Ia menyebut tiga bentuk tarbiyah yang dapat diterapkan, yakni tarbiyah bil kalam, tarbiyah bil hal, dan tarbiyah biddua.

“Dalam mendidik anak, kita bisa meneladani tarbiyah yang dilakukan Rasulullah SAW. Ada tiga hal yang bisa kita lakukan, yaitu tarbiyah bil kalam, tarbiyah bil hal, dan tarbiyah biddua,” ujarnya.

Menurut Qowimuddin, tarbiyah bil kalam dilakukan dengan menyampaikan ilmu menggunakan metode yang mudah diterima anak. Sedangkan tarbiyah bil hal menuntut guru memberikan contoh melalui ucapan, sikap, perilaku, pikiran, dan hati yang baik.

Sementara tarbiyah biddua diwujudkan dengan mendoakan anak-anak. Karena itu, ia mendorong agar doa juga menjadi bagian dari proses belajar mengajar di sekolah. “Saya terus mendorong agar proses belajar mengajar di Kota Kediri itu dimulai dengan doa,” katanya.

Qowimuddin juga meminta guru mengenali potensi setiap anak sejak dini. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan dan pengembangan sesuai potensinya.

Berita Terkait :  Perusahaan Tak Banyak Rekrut Karyawan Penyandang Disabilitas

Ia menekankan, tugas guru tidak berhenti pada penyampaian materi pelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab mendampingi anak dengan ketulusan dan keikhlasan agar ilmu yang diberikan dapat melekat dan memberi manfaat.

“Kita berharap anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, membanggakan orang tua, mengangkat nama Kota Kediri, serta menjadi putra-putri yang bermanfaat bagi bangsa dan agama,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembentukan karakter dan kualitas generasi tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses yang berkelanjutan melalui pembelajaran, keteladanan, pendampingan, serta doa.

“Untuk mewujudkan itu tentu tidak bisa simsalabim, tetapi membutuhkan ikhtiar yang kuat, usaha, pendampingan, dan doa,” tandas Wakil Wali Kota Kediri.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 413 anak yatim dari jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP menerima santunan dari Unit Pengelola Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Kota Kediri. Penghargaan juga diberikan kepada para pemenang Lomba Baris Berbaris Putra dan Putri jenjang SMP/MTs dan SD/MI tingkat Kota Kediri 2026. [van.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!