27.2 C
Sidoarjo
Monday, September 14, 2026
spot_img

52 Atlet Asal Jatim Bertanding di Asian Games Jepang 2026

Surabaya, Bhirawa

 Provinsi Jawa Timur  berkontribusi nasional dengan  52 atlet terbaik dan 16 pelatih bergabung dengan Kontingen Indonesia untuk bertanding di ajang Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026, Jepang 19 September hingga 4 Oktober 2026.

 Beberapa atlet Jatim yang bergabung dengan Kontingen Merah Putih seperti, Christopher Benjamin Rungkat, M Rifqi Fitriadi, Aldila Sutjiadi Priska Madelyn Nugroho dari cabang olahraga tenis lapangan. Kemudian Beatrice Gumulya (padel), Faizzatus Shoimah memperkuat tim basket 5×5.

 Sedangkan di cabor balap sepeda, Dewika Mulya Sova, Muhammad Syelhan Nurrahmat, M. Andy Royan dan Dika Alif Dhentaka. Cabor wushu diwakili  Ahmad Ghozali Fuaiz, bola voli indoor Giovanny Yoku, Putri Nur Hidayati Agustin, Geofanny Eka Cahyaningtyas, Ajeng Nur Cahaya, dan Khanza Putri Yansi Ganesti. Cabor Hockey Ferdian Fathur Rohman, M Hendri Firdaus, dan Andrea Guntara Adi.

  Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M Nabil memohon doa restu dari seluruh lapisan masyarakat dan Pemprov Jawa Timur agar para atlet bisa meraih prestasi untuk Indonesia di Asian Games.

 “Kami atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mohon doa restu atas terpilihnya atlet-atlet Jawa Timur yang mengikuti event Asian Games. Total ada 52 atlet, 16 pelatih, dan 15 cabang olahraga yang terlibat,” ujar Nabil.

 Ia berharap para atlet dan pelatih dapat memberikan kemampuan maksimal demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional sekaligus menjaga tradisi prestasi olahraga Jawa Timur. “Mudah-mudahan mereka bisa berkontribusi untuk Indonesia dan memberikan sesuatu yang terbaik untuk prestasi Jawa Timur di kancah internasional,” lanjutnya.

Berita Terkait :  Pilih Ketua Umum, Pengprov Kodrat Jatim Gelar Musprov

 Harapan itu sejalan dengan komitmen dan semangat yang terus diusung oleh kontingen olahraga Jawa Timur dalam setiap ajang nasional maupun internasional. “Ini sesuai dengan motto yang selalu kita pertahankan yaitu Dari Jawa Timur untuk Indonesia Menuju Prestasi Dunia,” tegas M Nabil.

 Sebenarnya Jatim memiliki petenis peringkat 36 dunia yaitu  Janice Tjen, namun ia tidak bisa bermain di Asia Games karena dia harus bermain pada turnamen wajib dalam kalender WTA Tour, yaitu WTA 1000 Beijing, China, yang penyelenggaraannya bentrok dengan persaingan tenis Asian Games di Jepang.

 Pihak Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) mengonfirmasi bahwa absennya petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, dari ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan bagian dari strategi besar untuk menjaga peringkat dunia demi mengamankan tiket ke Australian Open 2027.

 Sekjen PP Pelti Andi Fajar menegaskan, langkah ini diambil agar poin WTA milik Janice tidak hangus akibat aturan zero point, sehingga peluang melangkah ke panggung Grand Slam hingga kualifikasi Olimpiade tetap terbuka lebar. wwn.gat

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!