27.2 C
Sidoarjo
Saturday, September 12, 2026
spot_img

Rasiyo DPRD Jatim Ajak Pelajar Surabaya Berani Bilang Tidak pada Narkoba

DPRD Jatim, Bhirawa – Ancaman narkoba mengintai generasi muda bukan sekadar lewat dampak kesehatan, tetapi juga bisa merampas pendidikan, cita-cita hingga masa depan.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo pun mengingatkan pelajar Surabaya agar berani berkata tidak pada narkoba dan memilih jalan prestasi.

Pesan itu disampaikan Rasiyo saat menggelar Sosialisasi Upaya Bersama Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Produktif Tanpa Narkoba Menuju Jawa Timur Bersinar (Bersih Narkoba) di Mercure Grand Mirama Darmo, Surabaya, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan siswa-siswi di Surabaya. Rasiyo menilai, pembekalan sejak dini menjadi penting karena pelajar merupakan kelompok yang harus memiliki pengetahuan sekaligus keberanian untuk menolak penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba bukan hanya merusak kesehatan. Narkoba bisa menghancurkan pendidikan, masa depan, bahkan cita-cita yang sudah kita bangun,” tegas Rasiyo.

Mantan Sekdaprov Jatim ini mengatakan, generasi muda harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba, termasuk berani memilih lingkungan pergaulan yang sehat.

“Berani memilih pergaulan yang positif. Berani mengisi masa muda dengan kegiatan yang bermanfaat. Belajar, berkarya, berolahraga dan terus berprestasi,” pesannya.

Rasiyo mengatakan, masa muda merupakan fase penting untuk membangun kualitas diri. Karena itu, energi dan waktu pelajar seharusnya diarahkan pada aktivitas yang mampu mengembangkan potensi, bukan justru terjebak dalam lingkungan yang dapat merusak masa depan.

Ia pun mengajak para pelajar untuk menjaga kesehatan sekaligus menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun.

Berita Terkait :  Pameran Mahasiswa UC Surabaya Hadirkan Pengalaman Musik dalam Visual

“Jaga diri, jaga kesehatan dan jangan beri ruang bagi narkoba untuk masuk dalam kehidupan kita. Masa depan Jawa Timur ada di tangan generasi muda,” ujar Rasiyo yang juga mantan Kadindik Jatim ini.

Rasiyo berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan tentang bahaya narkoba, menurutnya, harus diteruskan kepada teman sebaya dan lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, gerakan mewujudkan Jawa Timur Bersinar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat dan terutama generasi muda. (geh.kt)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!