27 C
Sidoarjo
Thursday, September 10, 2026
spot_img

122 Bidang Lahan Warga Terdampak Flyover Gedangan Sidoarjo Diukur

Sidoarjo, Bhirawa. – Sebanyak 122 bidang lahan terdampak untuk proyek pembangunan flyover Gedangan, mulai diukur dan dipetakan Pemkab Sidoarjo bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Kabupaten Sidorarjo, M.Mahmud, mengatakan Pemkab Sidoarjo terus mempercepat pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Gedangan.

Petugas Pemkab Sidoarjo dan petugas BPN Sidoarjo, saat ini juga mulai melakukan pengukuran secara bertahap. Dilakukan dengan menyusuri jalur utama kawasan proyek, mulai dari kawasan perempatan, hingga sisi utara dan timur.

“Setiap hari secara bertahab mulai kita lakukan pengukuran,sekitar 20 sampai 25 bidang setiap hari,” komentarnya, Kamis (10/9) kemarin.

Selain tanah milik warga, sejumlah fasilitas umum dan bangunan milik pemerintah juga terdampak proyek. Di antaranya sebagian area Balai Desa Gedangan, bekas gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), serta Kantor Polsek Gedangan yang terdampak secara penuh.

Dengan dimulainya pengukuran 122 bidang tersebut, kata Mahmud, Pemkab Sidoarjo menargetkan proses pembebasan lahan dapat bergerak ke tahap appraisal dan pembayaran ganti rugi, sebelum pembangunan fisik flyover dilaksanakan tahun 2027 nanti.

“Kita target, pembebasan lahan bisa tuntas pada 2026 ini, kemudian pembangunan fisik kita mulai tahun 2027,” jelasnya.

Untuk mendukung pembebasan lahan proyek pembangunan flyover ini, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan anggaran dalam APBD 2026, sebesar Rp225 miliar. Kekurangan atau kebutuhan dana yang belum terselesaikan tahun 2026 ini, akan dilanjutkan melalui penganggaran pada tahun 2027.

Berita Terkait :  34 Anggota PMR Mojokerto Siap Berlaga di Jumbara Provinsi Jatim

Mahmud menegaskan pembangunan Flyover Gedangan ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas dijalur Surabaya-Sidoarjo, khususnya kawasan perempatan Gedangan, yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan.

Pembangunan flyover Gedangan, lanjut Mahmud, juga masuk Program Strategis Nasional (PSN) khusus untuk mengurai macet paling kronis Sidoarjo-Surabaya.

Pembangunan flyober Gedangan akan bisa memperlancar bisnis, sebab antrean panjang di lokasi iru, akan membuat waktu tempuh logistik di sebuah industri akan bisa molor. Pembangunan flyover diharap bisa mempercepat distribusi logistik industri dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah Sidoarjo secara makro.

Contoh nyata, Flyover Djuanda / Aloha, Sejak dibangun dengan panjang 858 meter dan diresmikan tahun 2024 lalu, di wilayah Desa Sawotratap, Gedangan, diakui lalu lintas tidak macet lagi. Dahulu daerah ini terkenal dengan kemacetannya.(kus.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!