27 C
Sidoarjo
Wednesday, September 9, 2026
spot_img

Bupati Rio Minta Jalur Distribusi BBM Lewat Pelabuhan Jangkar Situbondo

Antrean BBM Tapal Kuda Masih Terjadi

Situbondo, Bhirawa – Masih mengularnya antrean BBM di sejumlah SPBU wilayah Tapal Kuda terutama di Situbondo hingga Rabu (9/9) diduga akibat macetnya distribusi BBM terdampak kemacetan panjang di kawasan Ketapang-Tanjungwangi, Banyuwangi, beberapa hari lalu.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menilai persoalan tersebut perlu diatasi dari sumber kepadatan kendaraan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mengalihkan sebagian kendaraan truk dari jalur Ketapang menuju Pelabuhan Jangkar, Situbondo.

Menurut Bupati Rio, pengalihan truk dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan menuju Ketapang. Apalagi, Pelabuhan Jangkar sudah memiliki rute penyeberangan menuju Lembar, Lombok.

“Kalau kelangkaan BBM ini terkait dengan kemacetan, salah satu solusinya yakni kendaraan besar seperti truk yang mau lewat Ketapang itu dialihkan dengan jalur lain misalnya Jangkar-Bali,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu.

Mas Rio menyebut rute Jangkar-Lembar juga bisa dioptimalkan untuk mengalihkan kendaraan. “Jangkar-Lombok sudah ada, karena itu bisa dialihkan lewat Jangkar,” katanya.

Orang nomor satu di Situbondo itu juga mengusulkan penambahan armada penyeberangan serta penyediaan area parkir untuk mendukung pengalihan kendaraan berat tersebut.

“Sudah ada Jangkar-Lembar. Kini armadanya perlu ditambah, parkiran dibuat di situ. Jadi, itu alternatif,” tuturnya.

Sementara itu Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan BBM ke Situbondo terus diperkuat. Gangguan distribusi terjadi akibat kemacetan di kawasan Ketapang-Tanjungwangi yang mencapai sekitar 12 kilometer.

Berita Terkait :  BI Jatim Beri Beasiswa ke Mahasiswa, Ibaratkan Tanam Magrov dengan Harapan Investasi Jangka Panjang

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, kemacetan tersebut membuat waktu tempuh mobil tangki lebih panjang. Pengiriman BBM ke sejumlah SPBU di Situbondo pun tidak berjalan optimal.

“Pertamina terus memperkuat pasokan dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan. Kami juga melakukan alih suplai dari wilayah lain untuk menjaga ketersediaan BBM di Situbondo,” kata Ahad.

Pertamina mengoptimalkan koordinasi dengan Integrated Terminal (IT) Tanjungwangi dan menyiapkan alih suplai dari IT Surabaya.

Masyarakat, lanjut Ahad, juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pertamina memastikan stok di SPBU terus dipantau seiring penguatan distribusi.

“Usulan pengalihan truk melalui Pelabuhan Jangkar menjadi salah satu opsi untuk mengurangi beban jalur Ketapang sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik dan BBM ke Situbondo,” pungkas Ahad.

Sebagai gambaran Ahad menyebut kemacetan di jalur Ketapang, Banyuwangi mencapai sekitar 12 kilometer dan terjadi seiring dengan adanya kegiatan revitalisasi kapasitas dermaga ASDP.

Kondisi tersebut membuat pengiriman BBM ke wilayah Jember dan sekitarnya tidak berjalan optimal.

“Di sisi lain, peningkatan konsumsi akibat kekhawatiran masyarakat atau panic buying turut memberikan tekanan terhadap ketersediaan BBM di SPBU. Konsumsi produk gasoline megalami peningkatan dibanding kondisi normal,” jelasnya.

Sebagai langkah percepatan, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait di wilayah Jember, Lumajang dan sekitarnya untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU tetap terjaga.

Berita Terkait :  Dorong Transformasi Pajak Daerah, Bapenda Kota Malang Lakukan Inovasi Layanan

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan di masing-masing wilayah, mengatur prioritas pengiriman, serta memperkuat pasokan Pertalite melalui optimalisasi dan alih supply, sehingga distribusi dapat berjalan lebih lancar dan kondisi antrean di SPBU dapat segera terurai.

Pertamina merespons kebutuhan tersebut dengan memperkuat penyaluran. Pada Sabtu (5/9), realisasi supply Pertalite telah mencapai sekitar 110%, yang menunjukkan bahwa proses build up stok di SPBU mulai berjalan.

Dan ntuk mempercepat normalisasi, Pertamina melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying.

Pertamina juga berkoordinasi dengan IT Tanjungwangi untuk memprioritaskan pengiriman ke SPBU di pusat kota serta meminta dukungan alih supply dari IT Surabaya dan IT Malang untuk memenuhi kebutuhan SPBU.

Dengan demikian, armada dapat lebih difokuskan untuk memperkuat penyaluran BBM di wilayah Jember, Lumajang dan Sekitarnya.

“Pertamina memastikan ketersediaan BBM tetap menjadi prioritas dan penyaluran terus dipantau secara berkala. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan karena Pertamina terus melakukan penguatan supply dan penyesuaian distribusi hingga kondisi kembali normal,” tegas Ahad.

Selain itu, Pertamina juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan. Apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelayanan yang tidak sesuai ketentuan di SPBU, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135 untuk dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur. [awi.riq.gat]

Berita Terkait :  Hadiri Pawai Budaya, Bupati Apresiasi Kreatifitas Penguatan Identitas Desa

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!