27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 8, 2026
spot_img

DPRD Bondowoso Pastikan BBM Tak Langka dan Masyarakat Tak Panic Buying

DPRD Bondowoso, Bhirawa. – Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bondowoso dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut dipicu meningkatnya pembelian masyarakat di tengah kekhawatiran adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, DPRD Bondowoso memastikan kondisi tersebut bukan akibat berkurangnya pasokan BBM.

Antrean terjadi karena distribusi mengalami keterlambatan setelah jalur pengiriman dari Banyuwangi terkendala sehingga sementara dialihkan melalui Surabaya dan Malang.

Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, H. Tohari, meminta masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, pasokan BBM untuk Bondowoso tetap tersedia dan tidak mengalami pengurangan dari Pertamina.

“BBM ini tidak langka. Yang terjadi hanya keterlambatan distribusi. Karena itu kami mohon masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan,” kata Tohari saat meninjau kondisi pasokan BBM di SPBU Tamansari, Senin (7/9).

Tohari menjelaskan, selama ini kebutuhan BBM di Bondowoso umumnya dipasok melalui Terminal BBM Banyuwangi. Namun, adanya kendala transportasi di jalur Banyuwangi-Bondowoso membuat pengiriman sementara harus menggunakan jalur alternatif melalui Surabaya dan Malang.

Perubahan rute tersebut berdampak pada waktu tempuh armada pengangkut BBM. Pasokan yang seharusnya tiba sesuai jadwal menjadi terlambat, sehingga beberapa SPBU sempat mengalami kekosongan stok.

Tohari mengatakan, kepanikan masyarakat justru dapat memperbesar tekanan terhadap ketersediaan BBM di tingkat SPBU. Karena itu, ia mengimbau masyarakat membeli BBM secara wajar dan sesuai kebutuhan.

Berita Terkait :  Proyek Besar SEP Tak Membuat Pemkot Batu Abaikan Jalan Rusak Berlubang

“Yang biasanya belum perlu mengisi BBM akhirnya ikut mengisi karena khawatir kehabisan. Ini yang menyebabkan permintaan meningkat tajam,” katanya.

Untuk memastikan persoalan distribusi segera ditangani, Komisi II DPRD Bondowoso akan menggelar rapat koordinasi dengan Pertamina, Hiswana Migas, Polres Bondowoso, tim pengawas barang subsidi, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Rapat tersebut akan membahas langkah percepatan distribusi, termasuk kemungkinan penambahan armada pengangkut BBM selama pasokan masih dikirim melalui jalur Surabaya dan Malang.

“Masalahnya sudah diketahui, sekarang yang harus dicari adalah solusinya. Jika jarak pengiriman lebih jauh, maka armadanya harus disesuaikan agar distribusi bisa lebih cepat dan tidak terjadi kekosongan stok,” ujarnya.

Tohari kembali menegaskan bahwa Bondowoso tidak mengalami kekurangan kuota BBM. Menurutnya, persoalan saat ini lebih berkaitan dengan keterlambatan distribusi akibat perubahan jalur pengiriman.

Ia berharap masyarakat tidak terpengaruh isu kelangkaan dan tetap tenang sambil menunggu distribusi kembali berjalan normal.

“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak agar distribusi kembali normal. Jadi masyarakat tidak perlu panik karena pasokan BBM tetap ada dan akan terus disuplai,” pungkasnya.

Sementara, Manajer SPBU Tamansari, Jagir, membenarkan adanya keterlambatan distribusi tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada pengurangan pasokan dari Pertamina, melainkan kendala terjadi pada proses transportasi.

“Dari Pertamina tidak ada pengurangan pasokan. Kendalanya hanya di transportasi. Karena ada hambatan di jalur Banyuwangi, pengiriman dialihkan dari Surabaya dan Malang sehingga waktu sampainya lebih lama,” ujarnya.

Berita Terkait :  Resmikan Sekolah Kawasan Terintegrasi, Pj Wali Kota Berharap Ada Peningkatan Kualitas Pendidikan

Jagir menuturkan, SPBU Tamansari sempat menerima pasokan sebanyak 8 kiloliter Pertalite dan 8 kiloliter solar. Namun, tingginya permintaan masyarakat membuat stok Pertalite yang baru tiba tersebut kembali habis dalam hitungan jam.

“Kiriman yang datang pagi tadi sebenarnya jatah yang seharusnya tiba sehari sebelumnya. Karena terlambat, sempat terjadi kekosongan. Setelah datang, masyarakat langsung membeli dan dalam sekitar tiga sampai empat jam Pertalite sudah habis,” jelasnya.

Menurut Jagir, meningkatnya pembelian tidak terlepas dari kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan BBM. Sejumlah pengendara memilih mengisi bahan bakar lebih awal meskipun persediaan di tangki kendaraan mereka sebenarnya masih mencukupi.

Kondisi tersebut kemudian membuat konsumsi meningkat dalam waktu singkat. Akibatnya, pasokan yang baru tiba di SPBU lebih cepat terserap dibandingkan kondisi normal. [san.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!