28 C
Sidoarjo
Friday, September 4, 2026
spot_img

Harpelnas 2026, Dari Perlindungan Menuju Kemandirian Ekonomi

Sidoarjo, Bhirawa – Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, humanis, dan bermakna bagi peserta.

Tidak hanya turun langsung dalam aktivitas pelayanan, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Juanda, Teldi Rusnal, turut menyapa peserta, berinteraksi secara langsung, serta mendengarkan kebutuhan dan pengalaman peserta di ruang pelayanan.

Harpelnas 2026 mengusung tema “Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan.”

Tema tersebut menjadi refleksi atas komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan nilai yang lebih luas kepada peserta, tidak hanya melalui perlindungan jaminan sosial, tetapi juga melalui pelayanan yang berkualitas serta pemberdayaan yang mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan peserta dan keluarganya.

Momentum tersebut semakin bermakna dengan turut hadirnya UMKM Si Kuning di area ruang pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda. UMKM yang bergerak di bidang kuliner tersebut menghadirkan berbagai produk seperti Nasi Kuning Si Kuning dan SAGO by Si Kuning, yang lokasinya berada bersebelahan dengan booth Jamsostek Mobile (JMO) BPJS Ketenagakerjaan.

Kehadiran Si Kuning bukan sekadar aktivitas UMKM dalam rangka memeriahkan Harpelnas 2026. Di balik usaha tersebut terdapat kisah nyata tentang bagaimana manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi bagian dari perjalanan seorang ahli waris untuk kembali bangkit dan membangun kemandirian ekonomi.

Noorma, owner Si Kuning, merupakan salah satu ahli waris penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan setelah suaminya berpulang. Santunan yang diterima melalui program BPJS Ketenagakerjaan kemudian dimanfaatkan secara produktif sebagai modal untuk membuka dan mengembangkan usaha kuliner Si Kuning.

Berita Terkait :  BPJS Ketenagakerjaan Malang Serahkan Santunan Jaminan Kematian Kepada Ahli Waris Pekerja Pemkot Malang

Kisah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat memberikan manfaat yang jauh melampaui perlindungan ketika risiko terjadi.

Manfaat yang diterima dapat menjadi pijakan bagi keluarga untuk melanjutkan kehidupan, membangun usaha, menciptakan penghasilan, dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.

Dari Perlindungan Menjadi Kemandirian

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Juanda, Teldi Rusnal, mengatakan bahwa kisah Noorma menjadi salah satu contoh nyata dari semangat “Memberdayakan” yang menjadi bagian penting dalam strategi Harpelnas 2026.

“Kami ingin perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada saat manfaat diberikan. Yang lebih penting adalah bagaimana manfaat tersebut dapat membantu peserta maupun ahli waris untuk melanjutkan kehidupan dan kembali berdaya. Kisah Ibu Noorma melalui Si Kuning merupakan contoh nyata bahwa manfaat jaminan sosial dapat menjadi modal untuk bangkit dan membangun kemandirian,” ujar Teldi.

Menurut Teldi, keberadaan Si Kuning di ruang pelayanan juga menjadi bentuk apresiasi sekaligus ruang bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkenalkan kisah inspiratif penerima manfaat kepada peserta lainnya.

“Ini juga menjadi pesan kepada peserta bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir bukan hanya untuk memberikan perlindungan, tetapi juga memastikan manfaat yang diberikan dapat memberikan nilai dan keberlanjutan bagi keluarga penerima manfaat,” tambahnya.

Di sisi lain, kehadiran UMKM tersebut juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta yang datang ke kantor. Sambil mendapatkan pelayanan maupun informasi mengenai program BPJS Ketenagakerjaan dan layanan digital melalui JMO, peserta dapat melihat secara langsung produk usaha yang dikembangkan oleh salah satu keluarga penerima manfaat.

Berita Terkait :  Antisipasi Lonjakan Trafik RAFI 2026, Telkomsel Perkuat Jaringan dan Layanan di Jawa Bali

Memperkuat Pilar Melayani, Melindungi dan Memberdayakan

Pelaksanaan Harpelnas 2026 di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda menjadi momentum untuk memperkuat tiga pilar utama, yaitu Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan.

Pada aspek Melayani, Teldi Rusnal turun langsung menyapa peserta dan terlibat dalam aktivitas pelayanan. Kehadiran pimpinan di tengah peserta menjadi bentuk komitmen untuk memastikan pelayanan diberikan secara cepat, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta.

“Kami ingin mendengar langsung dari peserta. Apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka rasakan ketika mendapatkan pelayanan, dan apa yang masih dapat kami tingkatkan. Karena pengalaman peserta merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Teldi.

Sementara pada aspek Melindungi, BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya memastikan semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut mencakup berbagai segmen pekerja, baik pekerja formal, pekerja informal, pekerja rentan maupun pekerja dalam ekosistem gig economy.

Adapun aspek Memberdayakan diwujudkan melalui berbagai upaya agar penerima manfaat dapat kembali produktif dan mandiri. Kisah Noorma dengan Si Kuning menjadi salah satu contoh bahwa manfaat program dapat dimanfaatkan secara produktif untuk menciptakan sumber penghasilan baru.

Harpelnas sebagai Momentum Membangun Kepercayaan

Harpelnas 2026 juga menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem jaminan sosial.

Kepercayaan tersebut dibangun melalui pengalaman peserta dalam setiap titik interaksi dengan BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari mendapatkan informasi, mengakses layanan, memperoleh perlindungan hingga merasakan manfaat program.

Berita Terkait :  Tiga Tahun Zurich Entrepreneurship, 9.700 Pelajar Terinspirasi Jadi Wirausahawan Muda Tangguh dan Berkelanjutan

Kehadiran Teldi Rusnal secara langsung dalam pelayanan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas frontliner, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan.

“Hari Pelanggan Nasional bukan hanya tentang satu hari untuk memberikan pelayanan lebih kepada peserta. Ini adalah pengingat bagi kami bahwa setiap hari harus menjadi kesempatan untuk memberikan pengalaman pelayanan yang terbaik,” tegas Teldi.

Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk penerima manfaat yang telah berhasil mengembangkan usaha, agar kisah-kisah keberhasilan tersebut dapat memberikan inspirasi bagi keluarga penerima manfaat lainnya.

Kisah Noorma dan Si Kuning menjadi pengingat bahwa perlindungan dapat menjadi awal dari sebuah perjalanan baru. Ketika manfaat diterima dan dimanfaatkan secara produktif, perlindungan tersebut dapat berkembang menjadi peluang, kemandirian, bahkan sumber penghidupan baru bagi keluarga.

Melalui semangat “Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan,” BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda berkomitmen untuk terus hadir lebih dekat dengan peserta—melayani dengan sepenuh hati, memberikan perlindungan saat risiko terjadi, serta mendorong peserta dan keluarganya untuk kembali berdaya dan mandiri.

“Kami berharap semakin banyak cerita seperti Si Kuning. Karena bagi kami, keberhasilan perlindungan bukan hanya ketika manfaat tersampaikan, tetapi ketika penerima manfaat mampu melanjutkan kehidupannya dengan lebih kuat, produktif dan mandiri,” pungkas Teldi. [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!