27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

Laba SIG Melejit 471 persen, Penjualan Semen Tembus 18,28 Juta Ton

Gresik, Bhirawa — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan kinerja yang sangat impresif pada semester I 2026. Volume penjualan semen mencapai 18,28 juta ton, naik 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 17,31 juta ton.

Pertumbuhan penjualan tersebut mendorong pendapatan SIG naik 13,1 persen menjadi Rp17,65 triliun. Lebih menonjol lagi, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 471 persen menjadi Rp228 miliar. EBITDA juga meningkat 2,6 persen menjadi Rp2,15 triliun.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa pertumbuhan terutama ditopang oleh penjualan domestik yang naik 9,7 persen secara tahunan. Segmen semen kantong menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 11,2 persen.

“Peningkatan kinerja penjualan merupakan buah dari transformasi strategi pasar mikro, melalui penguatan retail sales hingga menjangkau toko-toko bangunan,” ujar Vita.

Kegiatan penanaman pohon kaliandra di kawasan Pabrik Indarung I, Padang, Sumatra Barat, sebagai bagian dari komitmen lingkungan SIG.

Di tengah kenaikan volume penjualan dan biaya energi, SIG tetap menjaga efisiensi. Beban pokok pendapatan tercatat Rp13,85 triliun, sementara beban operasional meningkat sejalan dengan kenaikan biaya promosi dan distribusi. Arus kas operasi tetap positif dan utang berbunga terus ditekan, sehingga beban keuangan bersih turun 34,5 persen dibandingkan semester I 2025.

SIG optimistis kinerja semester II 2026 tetap positif seiring membaiknya permintaan semen domestik. Pertumbuhan diperkirakan masih ditopang semen kantong, sementara penjualan semen curah mulai pulih sejalan dengan peningkatan aktivitas konstruksi, infrastruktur, investasi industri, dan hilirisasi.

Berita Terkait :  Trouble Spot Jalan Kota Batu Jadi Perhatian Masa Libur Lebaran

Untuk memperkuat pangsa pasar, SIG kembali menghidupkan merek Semen Kujang di Jawa Barat. Langkah ini ditujukan untuk mendekatkan produk dengan karakteristik pasar sekaligus memperkuat posisi SIG di wilayah tersebut. Selain bisnis semen, SIG terus berkembang menjadi penyedia solusi bahan bangunan terintegrasi atau Total Building Solution.

Perusahaan menilai pasar bahan bangunan masih memiliki ruang pertumbuhan besar, mengingat semen hanya menyumbang sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi.

“SIG berkomitmen menghadirkan inovasi dan solusi konstruksi terintegrasi agar lebih berdaya saing dan mampu menghadapi dinamika industri,” tegas Vita. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!