27 C
Sidoarjo
Saturday, September 12, 2026
spot_img

SMAN 15 Surabaya Gandeng UGM – Goethe Institute Perkuat Kompetensi Guru dan Siswa


Surabaya, Bhirawa – SMAN 15 Surabaya terus memperkuat peningkatan mutu dan kualitas pendidikan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan. Terbaru, pada bulan Agustus ini sekolah tersebut menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Goethe Institute dalam program PASCH.

Kepala SMAN 15 Surabaya Abdul Razzaq Thahir mengatakan, kerja sama dengan UGM yang diperbarui tahun ini akan difokuskan pada penguatan kompetensi guru dan peningkatan kapasitas siswa.

“Kerja sama dengan UGM tahun ini lebih banyak diarahkan pada penguatan kompetensi guru dan siswa. Untuk guru, ada pelatihan yang dinaungi FMIPA UGM, sedangkan siswa akan diperkuat dalam persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN),” ujar Reza.

Melalui kerja sama tersebut, kata pria yang akrab disapa Reza ini, guru dan siswa SMAN 15 Surabaya akan mendapatkan akses pendidikan dan pelatihan di bidang yang berada dalam naungan FMIPA UGM, seperti Fisika, Kimia, Aktuaria, Sains Data, serta bidang sains lainnya.

Guru juga berkesempatan mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis inquiry. Program tersebut melibatkan kerja sama dengan dua universitas di Taiwan, termasuk Changhua University, dalam pengembangan literasi pembelajaran inquiry dan penerapan pembelajaran sains.

Sementara bagi siswa, UGM akan memberikan pelatihan terkait strategi pembelajaran sains, persiapan masuk FMIPA UGM, serta program dual degree UGM dengan Taiwan dan informasi beasiswa Taiwan, termasuk penguatan kemampuan bahasa.

Berita Terkait :  Anak di Kota Kediri Diajak Berani Tolak Perundungan dan Suarakan Haknya

Reza menyebut, kerja sama dengan UGM di luar kegiatan kunjungan kampus tersebut merupakan hal baru bagi SMAN 15 Surabaya. Meski demikian, hubungan akademik antara kedua institusi telah terjalin cukup lama melalui kegiatan kunjungan kampus yang dilakukan siswa setiap tahun. “Kerja sama di luar kunjungan kampus baru dimulai tahun ini. Di Surabaya, SMAN 15 menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan kerja sama ini,” jelasnya.

Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan peluang siswa melanjutkan pendidikan di UGM. Dalam dua tahun terakhir, jumlah siswa SMAN 15 Surabaya yang diterima di UGM terus mengalami peningkatan.

Tahun ini, sebanyak delapan siswa diterima di UGM, di antaranya pada program studi Kedokteran dan Farmasi. Selain pelatihan, SMAN 15 Surabaya juga mendorong adanya akses penggunaan laboratorium FMIPA UGM bagi siswa untuk mendukung penelitian dan persiapan kompetisi, termasuk Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), FIKSI, dan OSN.

Wakil Kepala SMAN 15 Surabaya Bidang Kurikulum Aditya Chandra menambahkan, pihaknya juga tengah mendiskusikan penguatan pembinaan OSN melalui dukungan dosen UGM, khususnya untuk bidang Fisika, Kimia, dan Matematika.

Dalam program yang direncanakan Oktober mendatang, sekitar tiga hingga lima siswa akan mengikuti kegiatan camp di FMIPA UGM. Mereka akan belajar langsung bersama profesor dan dosen serta melakukan kegiatan penelitian di sejumlah laboratorium. “Terutama siswa yang sudah berkecimpung dalam dunia penelitian. Mereka akan diajak membuat penelitian yang bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat,” kata Aditya.

Berita Terkait :  Terobosan UMKM! Pelatihan Laporan Keuangan Digital LAMIKRO oleh Mahasiswa Akuntansi UPN Veteran Jawa Timur

Program penguatan OSN tersebut akan dilanjutkan dengan pembinaan dari dosen UGM pada Januari-Februari sebagai persiapan menghadapi OSN tahun depan.

Sementara itu, kerja sama SMAN 15 Surabaya dengan Goethe Institute dalam program PASCH telah berlangsung sejak 2008. Guru Bahasa Jerman SMAN 15 Surabaya, Sekunda Endah Kaloka, mengatakan program tersebut memberikan berbagai fasilitas, termasuk beasiswa bagi siswa sekolah PASCH untuk mengikuti program di Jerman.

“Untuk beasiswa siswa, ada kesempatan berangkat ke Jerman selama sekitar tiga minggu dengan biaya yang ditanggung pemerintah Jerman,” ujarnya.

Selain beasiswa, kerja sama PASCH juga mencakup peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan mengajar dan kursus Bahasa Jerman, baik di Indonesia maupun di Jerman. Kepala sekolah juga mendapatkan kesempatan mengikuti program ke Jerman.

Di tingkat siswa, SMAN 15 Surabaya membuka kelas intensif Bahasa Jerman sebanyak dua hingga empat kali dalam sepekan. Materinya mencakup kemampuan membaca, menulis, serta persiapan ujian sertifikasi.

Saat ini terdapat dua kelas tingkat A1 dengan sekitar 50 siswa, satu kelas A2 yang diikuti siswa yang telah lulus ujian A1, serta kelas B1 bagi siswa yang telah lulus A2. Siswa juga mendapatkan keringanan biaya ujian sertifikasi Bahasa Jerman yang dilaksanakan di Wisma Jerman. Dari biaya normal sekitar Rp3 juta, siswa sekolah PASCH dapat mengikuti ujian dengan biaya sekitar Rp250 ribu.

Berita Terkait :  Bupati Madiun Dorong Pesantren jadi Lembaga Pendidikan Sehat dan Mandiri

“Bahasa Jerman masuk sebagai mata pelajaran pilihan. Untuk siswa yang mengambil peminatan Bahasa Jerman memang harus ada komitmen karena pembelajarannya cukup intensif,” kata Sekunda.

Menurutnya, kerja sama tersebut kini tidak hanya memperkuat kemampuan berbahasa Jerman, tetapi juga memperluas informasi bagi siswa mengenai peluang studi dan program kerja di Jerman, termasuk program Ausbildung.

Di kelas X, sekolah juga memfasilitasi pembelajaran Bahasa Jerman dasar selama satu jam sebagai pengenalan sebelum siswa memilih program Bahasa Jerman secara lebih intensif. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!