Anggota DPRD Jatim asal PPP, Hj Zeiniye S.Ag saat memberikan arahan pada kegiatan literasi jurnalisme di Cafe BR, Senin (24/8). sawawi/bhirawa
Situbondo, Bhirawa
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur asal PPP Hj Zeiniye S.Ag menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara lembaga legislatif, insan pers, dan para pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadapi tantangan pengetatan anggaran daerah.
Hal tersebut disampaikan Zeiniye dalam agenda rutin sosialisasi literasi jurnalisme diera distrupsi media yang dikupas anggota DPRD Jatim yang diselenggarakan di Kabupaten Situbondo.
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh jajaran Kepala Sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA, pengurus HIMPAUDI, serta pimpinan organisasi wartawan ini dirancang sebagai wadah dialog interaktif.
“Selain menjadi media silaturahmi di momentum peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW, forum ini bertujuan menyerap aspirasi riil masyarakat sekaligus menyelaraskan pemahaman terkait arah kebijakan pembangunan daerah,” tutur Zeny, sapaan akrab Hj Zeiniye.
Dalam paparannya, aku Zeny, legislator DPRD Jatim mengungkapkan bahwa kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini sedang menghadapi tantangan efisiensi yang sangat dinamis. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Situbondo mengalami penurunan sekitar Rp 200 miliar. Sementara itu, APBD Provinsi Jawa Timur juga terkoreksi cukup besar, dari semula di kisaran Rp 32 triliun berkurang hingga mendekati Rp 3 triliun.
”Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang luar biasa ini, kita tidak boleh pasif. Kegiatan sosialisasi langsung ke lapangan ini merupakan langkah konkret untuk menutupi celah keterbatasan anggaran daerah, sekaligus memastikan program-program prioritas tetap dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” tegasnya di hadapan para peserta.
Sebagai bukti nyata komitmen di sektor pendidikan, aku Zeny, DPRD Jatim sebelumnya telah menyapa dan menyerap aspirasi sekitar 1.700 guru PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI secara bertahap di setiap kecamatan. Langkah penjemputan aspirasi ini dilakukan agar mutu dan keberlangsungan pendidikan anak usia dini tetap terjaga di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Selain menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan, sosialisasi kali ini menggarisbawahi pentingnya kemitraan strategis dengan insan pers, khususnya yang bernaung di bawah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Situbondo di bawah kepemimpinan Diana,” aku Zeny.
Menurut mantan Ketua DPRD Situbondo itu, media massa memegang peran sentral sebagai cermin sekaligus pengawal independen terhadap jalannya roda pemerintahan.
”Kami menekankan bahwa dinamika pemberitaan—baik yang bersifat apresiatif (pro) maupun yang bernada kritis (kontra)—merupakan bagian tak terpisahkan dari iklim demokrasi yang sehat. Pemberitaan kritis justru berfungsi sebagai kontrol konstruktif agar jajaran eksekutif maupun legislatif semakin cermat,” aku Zeny.
Sebagai bukti nyata komitmen di sektor pendidikan, lanjut Zeny, DPRD Jatim sebelumnya telah menyerap aspirasi sekitar 1.700 guru PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI secara bertahap di setiap kecamatan. Langkah penjemputan aspirasi ini dilakukan agar mutu dan keberlangsungan pendidikan anak usia dini tetap terjaga di tengah keterbatasan fiskal daerah.
”Sebaik apa pun kinerja dan perjuangan yang kita lakukan untuk masyarakat, jangkauannya akan sangat terbatas jika tidak disuarakan melalui media. Pers adalah penyambung lidah yang menyampaikan kebenaran dan kemanfaatan secara luas,” kupas Zeny.
Ia menambahkan bahwa PWI sebagai organisasi profesi yang mandiri bekerja atas dasar panggilan nurani dan profesionalisme. Oleh karena itu, kolaborasi antara DPRD, lembaga pendidikan, dan insan wartawan menjadi energi positif dalam membangun kesepahaman bersama demi kemajuan Situbondo.
Di akhir penyampaiannya, legislator senior ini membagikan refleksi perjalanan karir politiknya yang kaya pengalaman—mulai dari menjabat sebagai Pimpinan DPRD, berada di posisi garis oposisi pemerintahan, hingga terus konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat di tingkat provinsi.
Zeny juga mengajak seluruh kepala sekolah dan elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kebugaran fisik, berpikiran positif, serta merawat semangat pengabdian demi kesejahteraan masyarakat Situbondo dan Jawa Timur.
”Sebaik apa pun kinerja dan perjuangan yang kita lakukan untuk masyarakat, jangkauannya akan sangat terbatas jika tidak disuarakan melalui media. Pers adalah penyambung lidah yang menyampaikan kebenaran dan kemanfaatan secara luas,” pungkas Zeny. awi.wwn



