Pasuruan, Bhirawa – Riuk sorak-sorai dan ketegangan melingkupi Warkop Veteran Kota Pasuruan, Minggu (23/8/2026). Jemari ratusan pelajar menari lincah di atas layar ponsel, mengendalikan karakter digital dalam pertempuran taktis yang menentukan.
Sebanyak 200 pelajar yang terbagi ke dalam 48 tim secara resmi bertanding dalam Turnamen Offline Free Fire ‘DEMOKRAT ESPORT Clash Squad Student Championship 2026’.
Sejak pagi, atmosfer kompetisi di lokasi acara berlangsung amat riuh dan kompetitif. Kehadiran seluruh 48 tim yang mendaftar secara lengkap tanpa absensi menjadi bukti betapa tingginya dahaga para pelajar di Kota Pasuruan akan ruang kompetisi esports yang sehat, terarah dan profesional.
Ajang bergengsi tingkat pelajar tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Pasuruan, Hardi Setiawan, yang hadir mewakili Ketua DPC Partai Demokrat Kota Pasuruan yang berhalangan hadir.
Pembukaan turut disaksikan langsung oleh Ketua Esports Indonesia (ESI) Kota Pasuruan, Muhammad Safran, beserta jajaran pengurus DPC Partai Demokrat Kota Pasuruan.
Dalam sambutan pembukaannya, Hardi Setiawan menegaskan komitmen kuat DPC Partai Demokrat Kota Pasuruan dalam mendukung tumbuh kembang bakat generasi muda di bidang ekonomi kreatif dan olahraga digital.
“Sesuai dengan komitmen kami, ‘Muda, Sportif, Berprestasi dan Bersetia untuk Bangsa’, ajang ini menjadi wadah positif bagi para pelajar untuk mengasah kedisiplinan, strategi, dan kerja sama tim secara sportif,” ujar Sleep sapaan akrabnya Hardi Setiawan.
Sleep menjelaskan dukungan terhadap kompetisi pelajar itu bukan sekadar menggelar acara hiburan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter anak muda.
“Iklim kompetisi yang sehat, melatih pelajar untuk memiliki jiwa sportivitas, daya pikir analitis di bawah tekanan, hingga soliditas tim keterampilan penting yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini. Makanya, ini sebuah investasi panjang bagi pembentukan karakter anak muda,” kata Sleep.
Sementara itu, Ketua ESI Kota Pasuruan, Muhammad Safran, menyoroti pentingnya turnamen bertatap muka (offline) sebagai kawah candradimuka bagi calon atlet profesional.
Menurutnya, atmosfer pertandingan langsung memberikan gemblengan mental yang tidak bisa didapatkan saat sekadar bermain di rumah.
“Turnamen offline ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk mengasah mental, kerja tim dan kemampuan micro-game secara langsung, lebih dari sekadar bermain di rumah. Termasuk, menjaring bibit-bibit atlet esports profesional untuk mengharumkan nama Kota Pasuruan,” tegas Safran.
Safran menambahkan, ESI Kota Pasuruan memantau langsung jalannya laga untuk meneropong talenta-talenta unggul.
Diharapkan, dari turnamen ini lahir atlet-atlet Free Fire berbakat yang kelak siap membela dan mengharumkan nama Kota Pasuruan di ajang regional maupun nasional.
Istimewanya, turnamen tersebut diselenggarakan secara sepenuhnya gratis tanpa memungut biaya pendaftaran sepeser pun.
“Komitmen ini diambil untuk memberikan akses seluas-luasnya bagi seluruh pelajar Kota Pasuruan untuk unjuk gigi dan berprestasi di panggung olahraga digital,” urai Safran. [hil.kt]



