27 C
Sidoarjo
Friday, August 21, 2026
spot_img

DKG Periode 2026-2029 Dilantik, Pemkab Gresik Dorong Kebudayaan Jadi Bagian dari Arah Pembangunan

Gresik, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong Dewan Kebudayaan Gresik (DKG) tidak sekadar menjadi ruang berkumpul para pelaku budaya, tetapi berkembang sebagai mitra strategis pemerintah dalam riset dan perencanaan pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat menghadiri Pelantikan Dewan Kebudayaan Gresik periode 2026–2029 di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Kamis (20/8/2026).

Pelantikan tersebut sekaligus menandai kembali dipercayakannya Irfan Akbar Prawiro sebagai Ketua DKG untuk periode 2026–2029.

Wabup Alif mengatakan, Gresik memiliki kekayaan budaya yang kuat di tengah perkembangan daerah sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Timur. Kekuatan tersebut terlihat dari tradisi keagamaan, kesenian, bahasa, dialek, hingga berbagai pengetahuan lokal yang masih hidup di masyarakat.

“Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri. Ketika orang masuk lebih jauh ke desa-desa, mereka akan menemukan wajah Gresik yang berbeda. Tradisi, budaya, dan nilai-nilai masyarakatnya masih sangat kuat,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan tersebut menjadi modal penting bagi Gresik untuk berkembang tanpa kehilangan jati diri. Sebab, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan daerah menjaga karakter dan identitas masyarakatnya.

Karena itu, Wabup Alif berharap DKG dapat berperan lebih jauh dalam memberikan perspektif kebudayaan terhadap pembangunan.

“Kita ingin Gresik maju secara ekonomi, tetapi tidak kehilangan jati dirinya. Kita ingin Gresik berkembang sebagai kawasan industri, tetapi tetap memiliki karakter sebagai daerah yang kaya sejarah, tradisi, seni, dan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pemkab Tulungagung Anggarkan Dana Rp 1,9 Miliar untuk Dongkrak Peringkat UHC

Ia menyambut gagasan DKG untuk menjadikan kebudayaan sebagai metode dalam membaca Gresik. Pengetahuan yang tumbuh dari pengalaman masyarakat, menurutnya, dapat menjadi bahan penting dalam memahami karakter setiap wilayah.

“Pembangunan di wilayah utara tentu tidak selalu bisa disamakan dengan wilayah selatan. Begitu juga kawasan perkotaan, pesisir, pedesaan, maupun kawasan industri. Masing-masing memiliki karakter, sejarah, dan budaya yang berbeda,” kata Alif.

Ketua DKG periode 2026–2029, Irfan Akbar Prawiro mengatakan, pada periode sebelumnya DKG berupaya menggali kembali berbagai kekayaan yang membentuk identitas Gresik. Salah satunya adalah keragaman bahasa dan dialek yang berkembang di berbagai wilayah.

Menurut Irfan, Gresik memiliki dua bahasa utama, yakni bahasa Jawa dan Bawean, dengan beragam dialek lokal. Selain itu, Gresik juga memiliki kekayaan sejarah dan arkeologi yang masih terus diteliti.

Ia mencontohkan sejumlah temuan arkeologis di wilayah Gresik yang menurutnya menunjukkan pentingnya daerah ini dalam memahami sejarah manusia dan lingkungan pada masa lampau.

Namun, bagi DKG, kebudayaan tidak berhenti pada peninggalan sejarah. Kebudayaan juga mencakup pengetahuan yang hidup dan diwariskan masyarakat.

“Bagaimana masyarakat membaca banjir, bagaimana nelayan membaca rasi bintang, atau bagaimana masyarakat mengenali sumber air. Itu semua adalah pengetahuan yang sebenarnya ada di sekitar kita,” ujar Irfan.

Ia menilai pengetahuan semacam itu perlu didokumentasikan dan diteliti agar tidak hilang sekaligus dapat memberikan perspektif baru dalam merancang masa depan daerah.

Berita Terkait :  Menhub, Gubernur Jatim dan Wagub Bahas Percepatan Pengembangan Transportasi Terintegrasi

Karena itu, pada periode keduanya, DKG ingin memperkuat posisi sebagai mitra riset Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya dalam bidang kebudayaan.

Irfan berharap hasil riset kebudayaan nantinya dapat ikut memberi perspektif dalam perencanaan pembangunan, termasuk bagaimana kebudayaan berkontribusi dalam membentuk tata ruang dan wajah Gresik.

“Dewan Kebudayaan Gresik berharap bisa meriset dan menulis dari bawah, melihat bagaimana Gresik diimajinasikan dan dibayangkan. Gresik sebenarnya akan menjadi sebuah kota atau kabupaten seperti apa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali menyampaikan, Pemkab Gresik akan terus mendorong eksistensi dan kolaborasi bersama DKG.

Sejumlah program kebudayaan juga telah disusun bersama untuk 2027. Selain itu, DKG juga akan memperkuat kolaborasi dengan Dewan Kesenian Jawa Timur dan Pemkab Gresik yang direncanakan berlangsung pada November mendatang. [eri.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!