Surabaya, Bhirawa – Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberi peringatan adanya ancaman gempa susulan hingga dua minggu ke depan.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan di wilayah Sumatera Utara serta Sulawesi Tengah magnitudo di atas 6 dalam waktu yang berdekatan menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian, Indonesia berada jalur Ring of Fire menyebabkan gempa bumi kerap terjadi di wilayah Tanah Air secara beruntun, Kamis (20/8).
Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kadek Hendrawan Palgunadi ST MSc PhD mengatakan bahwa gempa melanda NTT, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah bersumber dari entitas tektonik dan sesar yang berbeda.
“Analisis cepat menunjukkan keterkaitan ketiga getaran tersebut memiliki probabilitas yang sangat kecil, gempa secara beruntun umumnya terpicu apabila bersumber dari gempa megathrust dengan magnitudo lebih dari 8,” jelasnya.
Lanjut Kadek menjelaskan kawasan daratan Flores hingga bagian utara Bali dilintasi oleh sesar Flores Back-Arc Thrust, pergerakan sesar aktif ini memicu gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores pada 1992 silam.
“Serupa dengan gempa yang terjadi beberapa waktu lalu, seismolog-seismolog Indonesia sudah mengekspektasikan bahwa sesar tersebut bisa menghasilkan magnitudo maksimal mencapai 7,8,” pungkasnya.
Kadek menambahkan penting kewaspadaan atas ancaman gempa susulan atau aftershock, kekuatan aftershock umumnya akan terus menurun seiring berjalannya waktu. “Jika diasumsikan gempa utamanya magnitudo 7,7 kemarin, secara statistik ada minimal tiga kali gempa magnitudo 6, mengimbau para relawan serta masyarakat terdampak tetap siaga selama dua minggu ke depan,” tegasnya.
Kadek mengukapkan urgensi asesmen fisik guna menguji ketahanan struktur bangunan pascabencana, warga disarankan terus menetap sementara di lokasi evakuasi yang aman apabila kondisi hunian masih menunjukkan keretakan yang riskan. [ren.wwn]



