Surabaya, Bhirawa – Laznas LMI kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan tahun 2025. Ini merupakan standard tertinggi yang diberikan atas pelaporan keuangan.
Sejak 2016, secara berturut-turut LMI telah dinilai memiliki transparansi dan akuntabilitas keuangan yang sesuai dengan Standard Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
“Alhamdulillah, LMI kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan tahun 2025. Capaian ini menjadi bentuk komitmen dan tanggung jawab kami dalam mengelola dana yang diamanahkan secara profesional dan pendistribusian yang tepat sasaran,” bunyi keterangan tertulis dari Johantara Hafiyan Harish Fauzi selaku Direktur Operasional and Development LMI, Rabu (12/8/2026).
LMI juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para donatur, mitra, relawan, dan masyarakat yang selama ini mendukung berbagai program yang berkelanjutan.
Sepanjang 2025 LMI telah dipercaya oleh lebih dari 24 ribu donatur dengan total dana yang terhimpun sebesar 65,2 miliar. Dana ini dikelola untuk program-program pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, lingkungan, dan sosial lainnya.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh masyarakat yang mempercayakan dananya melalui LMI. Selama 2025 ada lebih dari 800 ribu penerima manfaat LMI dengan sebaran 1.116 titik di Indonesia dan di luar negeri. Pada survei Kaji Dampak Zakat 2025, ada 54% mustahik LMI telah berhasil keluar dari garis kemiskinan,” sambung Johantara.
Pencapaian dalam meraih WTP 2025 ini telah menjadikan LMI sebagai lembaga filantropi terpercaya dalam pengelolaan dana umat. Melalui tagline #BeranijadiBaik, lembaga zakat nasional yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur ini terus berupaya melakukan inovasi agar dapat memberi dampak lebih luas dan mengajak lebih banyak lagi masyarakat mengambil bagian dalam berbagai program kebaikan. (geh.kt)


