Pemprov Jatim, Bhirawa – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur terus mematangkan persiapan pengoperasian Bus Trans Jatim Koridor II untuk wilayah Malang Raya. Pembahasan rute ditargetkan rampung pada Agustus 2026 sehingga layanan transportasi massal tersebut dapat mulai beroperasi sesuai jadwal pada Oktober mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan, saat ini terdapat dua skenario rute yang tengah dibahas bersama para pemangku kepentingan. Opsi pertama melintasi Terminal Arjosari, Terminal Hamid Rusdi, Lawang, Pelawa/Dengkol, Pakis, hingga Kepanjen.
Namun apabila opsi tersebut belum mencapai kesepakatan, Dishub Jatim telah menyiapkan alternatif lain yang dinilai lebih kondusif untuk meminimalkan potensi konflik sosial dengan angkutan umum setempat.
“Opsi alternatif ini akan memprioritaskan integrasi dari Terminal Hamid Rusdi menuju Talangagung, Kepanjen melalui akses tol tanpa melintasi Terminal Arjosari,” ujar Nyono.
Menurutnya, pembahasan rute tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis pelayanan, tetapi juga mengakomodasi aspirasi para pelaku angkutan kota agar kehadiran Trans Jatim dapat berjalan selaras dengan transportasi yang telah ada.
Salah satu usulan yang mengemuka dari paguyuban angkutan kota adalah adanya kepastian program Buy The Service (BTS) dari Pemerintah Kota Malang sebagai bentuk perlindungan terhadap pengemudi angkutan lokal.
Pemerintah daerah setempat pun berencana meluncurkan program angkutan sekolah berbasis BTS pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan sekitar 80 armada angkutan kota (lyn biru) yang telah memenuhi standar keselamatan.
Nyono menegaskan, kehadiran Trans Jatim bukan untuk menggantikan angkutan kota, melainkan membangun sistem transportasi yang saling terintegrasi.
“Prinsipnya kami merangkul. Pengemudi dan tenaga penunjang seperti petugas kebersihan armada juga diberdayakan dari para pengemudi lyn yang ada. Trans Jatim bukan ancaman, melainkan justru dapat membawa penumpang baru sebagai feeder bagi angkutan lokal,” tegasnya.
Dengan finalisasi rute yang ditargetkan selesai bulan ini, Dishub Jatim optimistis pengoperasian Trans Jatim Koridor II Malang Raya dapat diresmikan pada Oktober 2026 sekaligus memperluas layanan transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi bagi masyarakat. [ina.gat]


