27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, August 4, 2026
spot_img

UK Petra Kembangkan Potensi Dusun di Mojokerto Lewat KKN Internasional iCOP


Surabaya, Bhirawa – Universitas Kristen (UK) Petra laksanakan KKN International Community Outreach Program (iCOP) dengan kembangkan potensi enam dusun di Kabupaten Mojokerto. Program diikuti 124 peserta, dari 57 mahasiswa Indonesia dan 67 mahasiswa asing, beragam aksi nyata dari pengembangan potensi “Desa Kopi” di Dilem, peresmian Bank Sampah dan TPS di Dusun Podorejo, hingga layanan pemeriksaan gigi gratis bersama FKG UK Petra, Jumat (31/7).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UK Petra, Serli Wijaya, S.E., M.Bus., Ph.D., mengatakan 30 tahun iCOP telah berkontribusi dan memberi dampak nyata dalam pengembangan beberapa wilayah di Indonesia.

“UK Petra hadirkan dampak nyata berkelanjutan, tercatat puluhan desa yang terbantu dengan program iCOP, seperti beberapa desa wilayah Kabupaten Mojokerto dirasakan langsung oleh masyarakat, dari branding produk UMKM, master plan desa wisata Begaganlimo, penerangan solar cell di Pacet Kidul, instalasi air bersih di Sumberjati, hingga penyediaan sumber air di Rejosari yang mengoptimalkan potensi kopi, kolam ikan, dan ekonomi warga,” ungkapnya.

Serli menjelaskan pada 2026 ini program berfokus pada pengembangan potensi dan penanganan masalah utama desa, seperti manajemen pengelolaan sampah, pelayanan kesehatan gigi masyarakat, pemberdayaan ibu-ibu PAUD, dan penguatan branding desa kopi.

“Kurang lebih tiga minggu, para Dosen Pendamping Lapangan, peserta dibagi ke dalam enam kelompok beranggotakan 20-22 mahasiswa lintas negara, tersebar di enam dusun, yakni Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kec. Pacet; Dusun Podorejo, Desa Sajen, Kec. Pacet; Dusun Wiyu, Desa Wiyu, Kec. Pacet; Dusun Tlebuk, Desa Wiyu, Kec. Pacet; Desa Gumeng, Kec. Gondang; dan Desa Dilem, Kec. Gondang, yang mana berfokus kembangkan potensi penaganan masalah utama desa,” katanya.

Berita Terkait :  PLTS Karya ITN Segera Terangi Kawasan Ranu Kumbolo

Mahasiswa asing dari Korea, Hongkong, Jepang, Singapura, Belanda, dan Taiwan mereka mewakili sembilan universitas terlibat dalam membangun enam dusun di Kabupaten Mojokerto sesuai disiplin ilmunya masing-masing.

Serli mengukapkan bahwa para mahasiswa lintas negara belajar mengenai proses pengolahan biji kopi, dari tahap pembibitan, penanaman, sampai penyangraian dan penggilingan, potensi sektor komoditas kopi, Desa Dilem punya daya tarik wisata pendakian Bukit Semar yang saat ini sudah beroperasi.

“Kawasan belum memiliki fasilitas basecamp yang layak sebagai tempat transit para pendaki, Menjawab tantangan ini, peserta iCOP menginisiasi program pengembangan kopi lokal mulai dari branding, pembuatan kemasan, sampai pengelolaan media sosial, mereka mengaktifkan Kafe Dilem sebagai basecamp pendakian Bukit Semar guna mewujudkan Dilem sebagai “Desa Kopi”,” tuturnya.

Sementara Dusun Podorejo, tambah Serli menyampaikan merupakan kawasan punya potensi wisata alam seperti pendakian, air terjun, dan sungai yang menarik, manajemen pengelolaan belum memadai membuat potensi belum optimal mendongkrak ekonomi warga, masalah sampah jadi isu krusial, dari rendahnya kesadaran pemilahan sampah hingga ketiadaan TPS yang layak.

“30 tahun melangkah, iCOP buktikan bukan sekadar program pengabdian biasa, tetapi jembatan lintas bangsa terus konsisten mentransformasi masyarakat dan membentuk generasi muda global yang berempati,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!