27.2 C
Sidoarjo
Thursday, July 30, 2026
spot_img

Polres Probolinggo Kota Tangkap Dua Tersangka Pembunuh Manusia Silver Usai Buron

Kota Probolinggo, Bhirawa. – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang pengamen manusia silver yang jasadnya ditemukan di belakang Warung Kopi Bu Maryam, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Dua pelaku berhasil diamankan, sedangkan seorang pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasus tersebut dipaparkan dalam konferensi pers di Gedung Rupatama Polres Probolinggo Kota, Kamis (30/7). Korban diketahui berinisial AWS (21), warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Dua tersangka yang telah ditangkap masing-masing berinisial NAS (27) dan AH (28), pengamen asal Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Sementara satu tersangka lainnya berinisial KH masih diburu petugas.

Kapolres Probolinggo Kota menjelaskan, jasad korban ditemukan pada Senin (22/6) sekitar pukul 05.30 WIB. Berbekal hasil olah tempat kejadian perkara, rekaman CCTV, barang bukti, serta keterangan para saksi, penyidik mengarahkan penyelidikan kepada rekan-rekan korban sesama pengamen manusia silver.

Petugas kemudian melakukan pengejaran hingga ke Banyuwangi dan Bali. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah dua tersangka berhasil ditangkap di sebuah rumah kos di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Rabu (29/7) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Dari hasil penyelidikan sementara, ketiga pelaku melakukan penganiayaan secara bersama-sama. KH yang saat ini masih DPO juga ikut melakukan penganiayaan menggunakan tangan kosong terhadap korban,” ujar Kapolres.

Berita Terkait :  Bupati Serahkan SK Mutasi ke Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Madiun

Berdasarkan hasil pemeriksaan, peristiwa bermula saat korban dan para pelaku mengonsumsi minuman keras bersama di lokasi kejadian. Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, terjadi perselisihan yang memicu aksi kekerasan.

Korban sempat dipukul menggunakan tangan kosong. Setelah terjatuh, para pelaku kembali menganiaya korban menggunakan batu dan bongkahan aspal hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Polisi menyebut motif pasti masih didalami. Namun, penyelidikan sementara mengarah pada kesalahpahaman yang terjadi saat para pelaku dan korban sedang pesta minuman keras.

“Untuk sementara diketahui para pelaku dan korban minum minuman keras bersama. Saat itu terjadi perselisihan yang menimbulkan sakit hati sehingga berujung pada penganiayaan. Motifnya masih kami dalami,” jelas Kapolres.

Dari hasil penyelidikan juga diketahui para pelaku dan korban telah saling mengenal sekitar empat bulan terakhir. Mereka sama-sama berprofesi sebagai pengamen manusia silver dan kerap beraktivitas bersama di wilayah Kota Probolinggo.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, pakaian yang terdapat bercak darah, batu, bongkahan aspal, serta pakaian yang dikenakan para tersangka saat kejadian.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai tindak pidana pembunuhan, subsider Pasal 468 ayat (2) tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Kapolres menegaskan pihaknya masih terus memburu satu tersangka yang melarikan diri agar seluruh pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Berita Terkait :  Wali Kota Surabaya Terbitkan SE Efisiensi Belanja APBD 2025

Sementara itu, ayah korban, Agus, mengaku mengapresiasi kinerja Polres Probolinggo Kota yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan putra sulungnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Probolinggo Kota yang sudah bekerja keras menangkap pelaku pembunuhan anak saya,” ujarnya.

Meski demikian, Agus berharap para pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya. “Kalau bisa hukuman mati,” tegasnya.

Selain itu, ia mengaku masih ingin bertemu langsung dengan para pelaku untuk mengetahui alasan di balik pembunuhan tersebut. “Saya hanya ingin tahu apa motifnya sampai anak saya diperlakukan seperti itu,” katanya.

Agus juga menuturkan bahwa korban merupakan anak pertama sekaligus putra sulungnya. Korban diketahui bekerja sebagai manusia silver dan memang jarang pulang ke rumah. [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!