27.2 C
Sidoarjo
Thursday, July 30, 2026
spot_img

SMAN 15 Surabaya Siapkan Tiga Tryout dan Tim Bank Soal Jelang TKA


Surabaya, Bhirawa – SMAN 15 Surabaya mematangkan berbagai persiapan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026. Sejumlah langkah strategis disiapkan sekolah, mulai dari sosialisasi kepada siswa dan orang tua, pembentukan tim bank soal, hingga pelaksanaan tiga kali try out (TO) sebagai upaya meningkatkan kesiapan peserta.

Kepala SMAN 15 Surabaya, Abdul Razzaq Thahir, mengatakan sekolah telah melakukan sosialisasi mengenai pelaksanaan TKA kepada siswa maupun orang tua agar seluruh pihak memahami mekanisme dan pentingnya asesmen tersebut.

Selain itu, sekolah juga meningkatkan kapasitas guru melalui komunitas belajar (kombel) yang dilaksanakan setiap Jumat setelah kegiatan belajar mengajar. Kegiatan tersebut difokuskan untuk membentuk tim penyusun bank soal sebagai bahan drilling TKA di tingkat sekolah.

“Kami juga melakukan pelatihan bapak dan ibu guru dengan menerapkan komunitas belajar setiap Jumat setelah pulang sekolah untuk membentuk tim bank soal drill TKA sekolah,” ujarnya.

Untuk mendukung kesiapan akademik siswa, sekolah membagi waktu pembelajaran antara penyampaian materi dan penguatan TKA melalui kegiatan drilling soal. SMAN 15 Surabaya juga menjadwalkan tiga kali try out, dengan pelaksanaan perdana pada awal Agustus 2026.

Selain persiapan akademik, sekolah turut menyiapkan pembagian formulir bayangan mata pelajaran pilihan serta menyelesaikan proses verifikasi dan validasi data peserta. Saat ini, hanya tersisa dua siswa yang masih dalam proses penyelesaian residu data.

Berita Terkait :  Kemnaker Optimis Mampu Pertahankan Gelar Juara Umum WorldSkills ASEAN

Pada pelaksanaan TKA tahun ini, sebanyak 427 siswa SMAN 15 Surabaya akan mengikuti asesmen. Berdasarkan hasil evaluasi TKA tahun sebelumnya serta wawancara dengan sejumlah siswa, Abdul Razzaq menyebut mata pelajaran Kimia menjadi fokus utama penguatan. Hal itu karena masih terdapat beberapa materi yang belum memperoleh penguatan secara optimal pada tahun lalu.

Selain Kimia, sekolah juga akan memperkuat pembelajaran Fisika, Matematika, dan Ekonomi melalui pengembangan soal-soal literasi kontekstual yang mengintegrasikan beberapa materi dalam satu konsep utuh.

“Dari hasil evaluasi, mata pelajaran yang perlu diperkuat utamanya Kimia. Selanjutnya Fisika, Matematika, dan Ekonomi dengan pengembangan soal literasi kontekstual yang menyatukan beberapa materi menjadi satu konsep utuh,” pungkasnya.

Di SMAN 15 Surabaya, hasil pemetaan guru Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap peminatan Tes Kompetensi Akademik (TKA) menunjukkan bahwa pada pilihan mata pelajaran utama, Biologi menjadi mata pelajaran yang paling banyak diminati, yakni sebesar 25,7 persen. Selanjutnya disusul Fisika 22,5 persen, Sosiologi 16 persen, Ekonomi 10,6 persen, serta Kimia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang masing-masing dipilih oleh 7,9 persen siswa.

Sementara itu, pada pilihan mata pelajaran kedua, Kimia menjadi pilihan terbanyak dengan persentase 30,1 persen. Berikutnya, PPKn dipilih 17,7 persen siswa, Biologi 12,8 persen, Fisika 11,3 persen, Sosiologi 10,5 persen, dan Ekonomi 7,5 persen.

Berita Terkait :  Gaji Ke-13 Guru Jatim Sudah Cair, TPG Tambahan Masih Tunggu Transfer Pusat

Mapel pilihan ini berkaitan dengan tingkat relevansin dengan program studi tujuan yang akan dipikih pada saat pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNPMTN).

Sebagai informasi, Sebanyak 447.705 murid dari 4.073 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur akan mengikuti pelaksanaan TKA dan AN tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memastikan kesiapan Jawa Timur dalam menghadapi pelaksanaan TKA 2026 telah dilakukan secara matang. Berbagai evaluasi hasil TKA tahun lalu telah dijadikan dasar penyusunan strategi peningkatan kualitas pembelajaran.

“Beberapa waktu lalu kami telah mengevaluasi hasil TKA 2025. Perbaikan difokuskan pada kompetensi yang masih perlu ditingkatkan, khususnya Bahasa Indonesia dan literasi serta Matematika dan numerasi. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat faktor-faktor pendukung pembelajaran,” ujar Aries. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!