27.2 C
Sidoarjo
Thursday, July 30, 2026
spot_img

70 Calon Paskibraka Kota Kediri Jalani Pemusatan Latihan


Kediri, Bhirawa – Sebanyak 70 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Kediri dipastikan siap menjalani pemusatan latihan setelah seluruhnya lolos tahapan tantingan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Kediri, Kamis (30/7).

Berbeda dengan tahun lalu yang sempat diwarnai pengunduran diri peserta, tahun ini seluruh calon Paskibraka menyatakan siap mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga bertugas pada Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahapan tantingan menjadi proses akhir untuk memastikan kesiapan fisik, kesehatan, mental, serta komitmen para calon Paskibraka sebelum memasuki pemusatan latihan yang dijadwalkan berlangsung pada 1-15 Agustus di Lapangan Brawijaya. Evaluasi tersebut juga dilakukan untuk memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi prima setelah melewati serangkaian seleksi yang cukup ketat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol Kota Kediri, Samsul Bahri, mengatakan seluruh peserta telah menyatakan kesiapan mengikuti seluruh tahapan hingga pelaksanaan upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus mendatang.

“Hari ini kita pastikan para calon Paskibraka benar-benar siap mengikuti pemusatan latihan yang akan dilaksanakan pada 1 hingga 15 Agustus di Lapangan Brawijaya. Berbeda dengan tahun lalu ada satu orang mundur saat tantingan dan harus digantikan nomor urut berikutnya. Alhamdulillah tahun ini seluruh calon Paskibraka menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan,” ujarnya.

Menurut Samsul, para calon Paskibraka akan dikukuhkan pada 15 Agustus, kemudian mengikuti gladi dan persiapan akhir pada 16 Agustus sebelum mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berita Terkait :  Polkesbaya Jurusan TEM Gelar Pengabmas di RW 14 Kelurahan Krembangan Selatan

Selama pemusatan latihan, peserta tidak hanya menjalani pembinaan fisik dan Peraturan Baris Berbaris (PBB), tetapi juga menerima pembekalan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri, mulai Polres Kediri Kota, Penjabat Sekretaris Daerah hingga Ketua DPRD Kota Kediri.

Ia menjelaskan, proses seleksi Paskibraka tahun ini sepenuhnya mengacu pada ketentuan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Tahapan seleksi meliputi administrasi, Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), pemeriksaan kesehatan, parade Peraturan Baris Berbaris (PBB), tes kesamaptaan jasmani, hingga wawancara kepribadian. Seluruh proses dilakukan secara transparan melalui aplikasi Transparansi Paskibraka, mulai dari pendaftaran, pengunggahan berkas, hingga pengumuman nilai peserta.

“Tahun ini lebih dari 400 pelajar SMA dan MA di Kota Kediri mengikuti proses seleksi. Setelah melalui tahapan secara bertahap, terpilih 72 peserta yang terdiri atas 36 putra dan 36 putri. Sebanyak 70 peserta akan bertugas sebagai Paskibraka Kota Kediri, sedangkan dua peserta terbaik mewakili Kota Kediri pada seleksi dan penugasan Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Samsul berharap seluruh peserta mampu menjaga kondisi kesehatan, mematuhi seluruh aturan selama pemusatan latihan, serta membangun mental yang kuat sebagai fondasi dalam menjalankan tugas. Menurutnya, para calon Paskibraka juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan.

Berita Terkait :  Polresta Mojokerto dan Masyarakat Gelar Penyuluhan Perlindungan Anak

Di balik kesiapan tersebut, para calon Paskibraka menyimpan motivasi besar untuk dapat mengemban tugas kehormatan sebagai pengibar bendera. Salah satunya Ali Solahudin, siswa SMAN 7 Kota Kediri, yang mengaku terdorong mengikuti seleksi karena ingin membanggakan kedua orang tuanya.

Sejak duduk di bangku SMP, Ali rutin berlatih sepak bola dan futsal untuk menjaga kebugaran fisik. Sementara menjelang seleksi, ia mempersiapkan diri dengan mempelajari materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU). Menurutnya, tes kesamaptaan menjadi tahapan yang paling berkesan karena seluruh peserta dituntut mengeluarkan kemampuan fisik terbaik.

“Awalnya saya sempat gugup, tetapi saya meyakinkan diri bahwa kesempatan ini adalah jawaban atas doa dan usaha yang selama ini saya lakukan. Saya juga mendapat dukungan penuh dari keluarga dan teman-teman sekolah,” ungkap Ali.

Hal senada disampaikan Kaima Adnan Husna, siswi MAN 1 Kota Kediri. Ia mengaku menjadi anggota Paskibraka merupakan impian sejak kecil. Pengalaman menjadi Paskibraka saat masih duduk di bangku MTs menjadi bekal sekaligus motivasi untuk kembali lolos di tingkat kota.

“Dari tantingan ini saya belajar tentang pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan. Fisik dan mental sudah dipersiapkan, orang tua juga selalu memberikan doa dan semangat. Semoga pelaksanaan upacara nanti berjalan lancar serta mampu menginspirasi penerus Paskibraka berikutnya untuk semakin cinta tanah air,” aku Kaima. [van.wwn]

Berita Terkait :  SMASA Situbondo Dukung Program Anti Perundungan Gagasan Disdik Jatim

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!