27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 29, 2026
spot_img

447.705 Murid Jatim Siap Ikuti TKA dan Asesmen Nasional 2026

Dindik Jatim, Bhirawa. – Pendaftaran Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2026 resmi dibuka melalui laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sebanyak 447.705 murid dari 4.073 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur akan mengikuti pelaksanaan TKA dan AN tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memastikan kesiapan Jawa Timur dalam menghadapi pelaksanaan TKA 2026 telah dilakukan secara matang. Berbagai evaluasi hasil TKA tahun lalu telah dijadikan dasar penyusunan strategi peningkatan kualitas pembelajaran.

“Beberapa waktu lalu kami telah mengevaluasi hasil TKA 2025. Perbaikan difokuskan pada kompetensi yang masih perlu ditingkatkan, khususnya Bahasa Indonesia dan literasi serta Matematika dan numerasi. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat faktor-faktor pendukung pembelajaran,” ujar Aries, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, TKA merupakan instrumen untuk mengukur capaian kompetensi akademik murid yang meliputi tiga indikator utama, yakni literasi, numerasi, dan penalaran. Hasilnya menjadi dasar pengendalian sekaligus penjaminan mutu pendidikan di Jawa Timur.

“TKA menjadi salah satu instrumen untuk mengukur capaian kompetensi akademik murid sekaligus sebagai bahan acuan pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan capaian TKA, Dindik Jatim telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya analisis soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), penguatan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop, pemanfaatan teknologi digital, hingga program TKA Clinic bagi sekolah dengan capaian rendah.

Selain itu, Dindik Jatim juga mengembangkan Jatim Learning Digital Vault, platform pembelajaran digital yang menyediakan video pembelajaran, bank soal, dan modul interaktif yang dapat diakses seluruh guru dan murid di Jawa Timur.

Berita Terkait :  Konstelasi Pertumbuhan dan Ketimpangan

“Kami juga mereplikasi praktik baik dari sekolah-sekolah unggulan ke sekolah yang hasil TKA-nya masih memerlukan intervensi, serta memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui Learning Management System tingkat provinsi,” ungkapnya.

Aries menegaskan pelaksanaan TKA sejalan dengan konsep pembelajaran bermakna. Menurutnya, pembelajaran yang dirancang dengan baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan hasil TKA.

“Pembelajaran yang bermakna jika dilaksanakan dengan konsep dan praktik yang benar secara otomatis akan meningkatkan nilai TKA,” tegasnya.

Ia menambahkan, guru memiliki peran penting sebagai aktivator, pembangun budaya belajar, sekaligus kolaborator yang memberikan umpan balik kepada murid agar mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi, dan memperbaiki proses belajarnya.

Di sisi lain, Dindik Jatim juga terus mengoptimalkan penggunaan teknologi pembelajaran, termasuk papan digital interaktif, dengan pendampingan melalui pengawas pembina di setiap satuan pendidikan.

“Optimalisasi pemanfaatan teknologi pembelajaran terus kami lakukan agar kualitas proses belajar mengajar meningkat dan berdampak pada capaian TKA ke depan,” pungkas Aries.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengatakan masa pendaftaran TKA dan AN diperpanjang untuk memberikan waktu lebih luas bagi sekolah melakukan pemutakhiran data peserta didik setelah sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kembali dibuka pada 15 Juli 2026.

“Kami ingin memastikan data yang digunakan benar-benar terbaru sehingga tidak ada murid yang seharusnya berhak mengikuti TKA dan AN justru tertinggal karena datanya belum diperbarui,” ujar Toni.

Ia menambahkan, masa pendaftaran yang lebih panjang akan membuka peluang yang lebih besar bagi satuan pendidikan untuk dapat menjaring peserta yang selama ini belum tercatat, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses jaringan ataupun yang kekurangan operator sekolah.

Berita Terkait :  Bawaslu Ungkap Hasil Pengawasan Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo pada Pilkada Serentak 2024

“Kualitas data tentunya menentukan hasil asesmen, karena begitu Dapodik dibuka pada tanggal 15 Juli ini, kami akan meminta satuan pendidikan untuk langsung bergerak melakukan verifikasi serta pembaruan data, tidak perlu menunggu sampai mendekati batas akhir pendaftaran,” tambahnya.

Berdasarkan jadwal terbaru, pendaftaran peserta TKA dan AN berlangsung pada 27 Juli hingga 27 September 2026. Simulasi dijadwalkan pada 21-27 September 2026, dilanjutkan gladi bersih 5-18 Oktober 2026.

Pelaksanaan utama TKA dan AN akan digelar secara bertahap pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, sedangkan pelaksanaan susulan berlangsung pada 16-29 November 2026. Peserta TKA meliputi murid kelas XII SMA/MA, kelas XII SMK program tiga tahun, dan kelas XIII SMK program empat tahun yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) valid dan aktif.

Siapkan Tiga Try Out dan Tim Bank Soal
Sementara SMAN 15 Surabaya mematangkan berbagai persiapan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026. Sejumlah langkah strategis disiapkan sekolah, mulai dari sosialisasi kepada siswa dan orang tua, pembentukan tim bank soal, hingga pelaksanaan tiga kali try out (TO) sebagai upaya meningkatkan kesiapan peserta.

Kepala SMAN 15 Surabaya, Abdul Razzaq Thahir, mengatakan sekolah telah melakukan sosialisasi mengenai pelaksanaan TKA kepada siswa maupun orang tua agar seluruh pihak memahami mekanisme dan pentingnya asesmen tersebut.

Selain itu, sekolah juga meningkatkan kapasitas guru melalui komunitas belajar (kombel) yang dilaksanakan setiap Jumat setelah kegiatan belajar mengajar. Kegiatan tersebut difokuskan untuk membentuk tim penyusun bank soal sebagai bahan drilling TKA di tingkat sekolah.

Berita Terkait :  Stabilkan Harga, Pemkab Bojonegoro Gelar 'Gerakan Pangan Murah'

“Kami juga melakukan pelatihan bapak dan ibu guru dengan menerapkan komunitas belajar setiap Jumat setelah pulang sekolah untuk membentuk tim bank soal drill TKA sekolah,” ujarnya.

Untuk mendukung kesiapan akademik siswa, sekolah membagi waktu pembelajaran antara penyampaian materi dan penguatan TKA melalui kegiatan drilling soal. SMAN 15 Surabaya juga menjadwalkan tiga kali try out, dengan pelaksanaan perdana pada awal Agustus 2026.

Selain persiapan akademik, sekolah turut menyiapkan pembagian formulir bayangan mata pelajaran pilihan serta menyelesaikan proses verifikasi dan validasi data peserta. Saat ini, hanya tersisa dua siswa yang masih dalam proses penyelesaian residu data.

Pada pelaksanaan TKA tahun ini, sebanyak 427 siswa SMAN 15 Surabaya akan mengikuti asesmen.

Berdasarkan hasil evaluasi TKA tahun sebelumnya serta wawancara dengan sejumlah siswa, Abdul Razzaq menyebut mata pelajaran Kimia menjadi fokus utama penguatan. Hal itu karena masih terdapat beberapa materi yang belum memperoleh penguatan secara optimal pada tahun lalu.

Selain Kimia, sekolah juga akan memperkuat pembelajaran Fisika, Matematika, dan Ekonomi melalui pengembangan soal-soal literasi kontekstual yang mengintegrasikan beberapa materi dalam satu konsep utuh.

“Dari hasil evaluasi, mata pelajaran yang perlu diperkuat utamanya Kimia. Selanjutnya Fisika, Matematika, dan Ekonomi dengan pengembangan soal literasi kontekstual yang menyatukan beberapa materi menjadi satu konsep utuh,” pungkasnya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!