Produksi Sampah 1.400 Ton Perhari
Sidoarjo, Bhirawa – Di tengah tantangan produksi sampah yang mencapai 1.200 hingga 1.400 ton per hari, Kabupaten Sidoarjo justru dipercaya menjadi salah satu dari lima daerah di Jawa Timur yang menjadi percontohan nasional program In-Circular (Inclusive Circular Economy).
Program bergengsi yang digagas Bappenas RI bekerja sama dengan GIZ Jerman dan Pemprov Jatim ini diluncurkan di Hotel DoubleTree by Hilton Surabaya. Lima daerah terpilih adalah Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Probolinggo.
Melalui program ini, paradigma pengelolaan sampah diubah total. Sampah tidak lagi menjadi beban akhir pembangunan, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi untuk digunakan kembali dan didaur ulang.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyambut baik kepercayaan ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Sidoarjo yang mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Pengelolaan sampah butuh kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pihak lain. Dengan kolaborasi bersama GIZ Jerman, semoga pengurangan sampah di Sidoarjo melahirkan hal yang inovatif,” ujar Subandi.
Saat ini dari 1.400 ton sampah harian, sekitar 500 ton masuk ke TPA Jabon di Desa Kupang, Kec. Jabon. Sisanya, atau hampir 900 ton, berhasil diolah menjadi kompos dan barang bernilai ekonomi di 209 unit TPS3R yang tersebar di desa-desa.
Sidoarjo memang menjadi penghasil sampah terbesar kedua di Jatim setelah Surabaya, dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Namun dengan model sirkular inklusif, beban itu diubah menjadi peluang.
“Dengan kolaborasi ini, masalah pengurangan sampah tidak hanya mengurangi persoalan lingkungan saja, tetapi semoga ada manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkas Subandi.
Hadir mewakili Pemkab Sidoarjo dalam forum tersebut, perwakilan dari Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo. Program ini didukung Pemerintah Jerman melalui Kementerian Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ). [kus.gat]

