Kota Batu, Bhirawa – Hari Selasa (28/7) malam, tepatnya pukul 20.29 WIB WIB warga Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang) dikagetkan dengan adanya guncangan gempa bumi. Gempa yang masuk dalam kategori gempa bumi tektonik ini memiliki magnitudo 4,2 SR yang berpusat di laut pada jarak 102 km arah tenggara Kab, MALANG, dengan kedalaman 22 Km.
BPBD Kota Batu melalui Media Center Bencana memastikan gempa ini di Kota Batu tidak menimbulkan kerusakan ataupun korban luka maupun jiwa. BPBD yang memaparkan hasil laporan BMKG yang ada di Jogjakarta bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi kali ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya sesar aktif bawah laut.
“Guncangan gempa bumi ini sebagian besar dirasakan olah orang yang berada di atas kendaraan seperti truk yang melintas. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujar Suwoko, Kepala BPBD Kota Batu, Rabu (29/7/2026).
Sejak gempa pertama, tidak ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Untuk ìtu masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Selain itu pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” imbau Suwoko.
Selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berkomitmen menekan dan mengurangi resiko bencana alam dengan melakukan langkah- langkah mitigasi. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar dan menjadi tuan rumah Sosialisasi Pooling Fund Bencana (PFB) atau Dana Bersama Penanggulangan Bencana.
PFB merupakan instrumen pembiayaan strategis yang dapat dimanfaatkan daerah ketika memasuki kondisi darurat bencana. Dan pemerintah telah menyiapkan belanja tidak terduga sebagai bagian dari mekanisme pembiayaan, termasuk dukungan bagi potensi kerawanan yang muncul di masyarakat.
Adapun di Kota Batu sendiri sangat penting untuk dilalukan penjagaan kawasan Kota Wisata ini yang berada di ketinggian 700–2000 mdpl. Daerah ini mendapat kontribusi dari sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM sebesar 47,43 persen terhadap perekonomian daerah.
Namun semua pihak tidak bisa menutup mata adanya fakta peningkatan kejadian bencana di Kota Batu. Hal ini mendorong pemkot untuk terus memperkuat mitigasi fisik, pemetaan kerawanan, dan susur sungai. Selain itu penkot juga melakukan pembersihan titik sumbatan, peningkatan kapasitas relawan, serta membuat sistem kebencanaan terpadu. [nas.kt]


