Surabaya, Bhirawa. – Fortasi 2026 SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Surabaya ditutup dengan ditandai pelepasan ID peserta Fortasi oleh Wakil Kepala Spemma Bidang Kesiswaan, Sarpras dan HRD Ustadz Lukman El Hakim SH, Sabtu (18/7) kemarin di Convetion Hall Jl Arif Rahman Hakim SH, maka para siswa siap memulai proses pembelajaran tahun ajaran 2026-2027.
Menurut Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Surabaya Bidang Kesiswaan, Sarpras dan HRD, Ustadz Lukman El Hakim SH, pada Fortasi 2026 ini kami telah mengenalkan lingkungan belajar baru siswa kelas VII agar bisa segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, dengan kultur sekolah yang baru, harapannya agar tidak terlalu mengikuti ritme sekolah.
Kedua, tambah Ustadz Lukman, juga mengenakan kepada para siswa, bahwa mereka bisa bekerja sama menjadi satu bagian yang baru di Spemma. Para siswa juga diajak bermain dengan game-game yang memang melibatkan kerjasama, dan mereka antusias untuk mengikutinya.
”Dan sesuai dengan tema Fortasi 2026 ini yakni ‘Bijak Bermedia Sosial’, sebelumnya juga ada paparan khusus untuk siswa. Intinya, mengajak para siswa agar tidak sekedar Bermedsos tetapi juga mengetahui rambu-rambu atau aturan dalam Bermedsos yang harus mereka fahami. Sebab ini tidak sekedar menggunakan gadget tetapi ada tanggung jawab yang harus mereka jaga,” jelasnya.
Terkait Parenting yang gelar untuk orang tua pada penutupan Fortasi 2026. Ustadz Lukman menjelaskan, Spemma memberikan edukasi kepada wali murid bahwa keberhasilan proses pendidikan untuk anak-anak, tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah tetapi juga kontrol orang. Bagaimana orang tua memberikan pengaruh positifnya terkait dengan Medsos juga mendukung keberhasilan anak-anak di masa studinya di Spemma. Dan lebih jauh target nya menjadi sekolah yang bisa menciptakan generasi-generasi yang unggul antara ilmu pengetahuan, ahlaq maupun karakternya.
”Kepada masyarakat silahkan bisa menyekolahkan anaknya di Spemma. InsyaAllah Spemma mempunyai paket lengkap, mempunyai program akademik yang mumpung, kegiatan keagamaan yang cukup bagus, dan pengembangan minat bakat serta prestasi di luar akademik sangat pada. InsyaAllah Spemma Surabaya siap menjawab tantangan di masa depan,” tandasnya.
Dalam Perenting Bijak Bermedia Sosial, Membangun Karakter Anak Era Digital narasumber Dr Wiwin Hendriani SPsi MSi dari dosen Psikologi Universitas Airlangga Surabaya menyoroti para orang yang terlalu kontrol Kepada anak-anaknya.
”Anak-anak jangan terlalu dikontrol. Kalau kontrol eksternalnya terlalu dominan. Maka kontrol internalnya jadi berkurang. Jadi anak-anak itu lebih banyak didengarkan perkataannya. Ketika anak saya memasuki jenjang pendidikan SMP saya menahan diri untuk terlalu banyak memberikan nasihat, sebaliknya saya lebih banyak mendengarkan perkataan anak. Dan kepada anak-anak sebelum posting di media sosial harus dipikirkan berulang kali untung ruginya,” jelasnya.
Sementara itu, dua siswi peserta Fortasi 2026, Aubrey Azka Calista dan Mecca Az Zahra yang ditemui disela-sela penutupan Fortasi mengaku senang bisa mengikuti Fortasi di Spemma. Menurut kedua siswa mengisi acara dengan duet menyanyikan lagi Sherina Munaf berjudul ‘Senandung’ ini seru banget, bisa dapat banyak teman baru dan kakak kelasnya baik banget.
Sedangkan terkait tema Fortasi 2026 ”Bijak Bermedia Sosial’ Aubrey dan Mecca mengatakan, saat narasumber yang dihadirkan dalam penjelasannya mengatakan harus berfikir ulang sebelum posting.

”Dan komentar harus yang baik-baik dan jangan percaya dengan media sosial 100%, karena bisa jadi itu fitnah atau hoax. Sebelum posting harus difikirkan, ini boleh nggak ya diposting, sopan nggak ya. Kalau nggak faedah dan nggak sopan ngapain diposting,” tegas.
Aubrey dan Mecca mengaku akun Ignya dipegang mamanya, sehingga yang posting mamanya dan dirinya hanya scrol-scrol. Meski demikian Aubrey dan Mecca sering banyak mendapatkan ‘ngebolang’ atau mendapatkan job-job untuk perform bersama grup bandnya, bahkan dari media sosial Ig, kedua siswi ini sering kali mendapatkan endors.
”Dari media sosial itu keuntungannya kami dapat ngebolang dan endorsan. Pokonya banyak keuntungannya, terkenal iya, dapat job iya,” tandasnya dengan wajah sumringah. [fen.hel]



