Sampang, Bhirawa – Pertemuan audensi antara pengurus Ormas Gema Anak Indonesia Bersatu Perjuangan (GAIB-P) dengan Kepala PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampang berlangsung ricuh, Kamis (16/7). Ketegangan muncul setelah pihak PLN menyatakan seluruh keluhan harus ditangani oleh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura di Pamekasan.
Ketua DPP GAIB-P, Habib Yusuf Assegaf, SH, menyampaikan sejumlah masalah, mulai dari tiang listrik rawan bahaya di Jalan Provinsi Desa Baruh, hingga keluhan voltase turun yang sudah dilaporkan secara tertulis namun tak kunjung ditindaklanjuti.
“Saya kecewa berat. Kalau semua alihkan ke Pamekasan, lalu apa fungsi PLN ULP Sampang? Ini indikator mereka tidak berjalan maksimal. Kami menilai sikap ini melempar tanggung jawab, pimpinan seperti ini perlu dievaluasi dan diganti,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala PLN ULP Sampang Makhfud Rasidi menjelaskan pihaknya bukan pemegang kebijakan teknis, melainkan hanya memfasilitasi dan meneruskan laporan tertulis ke UP3 Madura.
“Kami hanya pengawas dan pengusul. Semua laporan tertulis sudah kami sampaikan ke Pamekasan, dan beberapa di antaranya sudah selesai, seperti di Desa Banjar Sokah dan Dusun Junglorong Kecamatan Kedungdung,” jelasnya. [lis.kt]


