27.2 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

Kembalilah Menjelajah Dunia Lewat Buku di Era Media Sosial

Di tengah hingar-bingar media sosial yang serbacepat, di mana perhatian kita terus-menerus ditarik oleh video singkat dan notifikasi yang tiada henti, ada satu kebiasaan berharga yang perlahan mulai tergeser: membaca buku. Kita seakan telah terbiasa mengonsumsi informasi instan yang dangkal, sering kali melupakan kenikmatan dan manfaat mendalam yang hanya bisa didapatkan dari membaca sebuah buku.

Media sosial memang menawarkan konektivitas, namun formatnya yang serba ringkas sering kali membatasi rentang perhatian (attention span) kita. Kita terbiasa membaca kesimpulan tanpa pernah benar-benar memahami proses berpikir di baliknya. Berbeda halnya dengan membaca buku. Membaca teks yang panjang dan utuh memaksa otak untuk fokus, merenung, dan menghubungkan informasi secara logis.

Proses inilah yang sesungguhnya melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis kita.

Selain mengasah ketajaman logika, buku adalah jendela yang menawarkan kedalaman empati. Melalui untaian kata dalam sebuah buku-baik fiksi maupun nonfiksi-kita diajak untuk menyelami sudut pandang, budaya, dan pengalaman hidup yang mungkin sangat jauh berbeda dengan realitas kita sendiri. Dalam dunia yang sering kali diwarnai oleh polarisasi dan perdebatan sumir di media sosial, kemampuan untuk berempati dan memahami perspektif orang lain adalah sebuah kebutuhan yang sangat mendesak.

Kembali membaca buku bukan berarti kita harus anti terhadap teknologi. Kita bisa memanfaatkan perangkat digital yang ada untuk membaca e-book atau mendengarkan audiobook. Intinya bukan pada mediumnya, melainkan pada kedalaman substansi teks yang kita serap.

Berita Terkait :  Diduga Tanpa Lelang Pengadaan Perangkat Smart Village Dana Desa Tembus Rp3,6 M di Sampang

Mari kita luangkan waktu, misalnya 15 hingga 30 menit setiap hari, untuk menjauh sejenak dari kebisingan media sosial dan kembali tenggelam dalam keheningan membaca buku. Kebiasaan kecil ini adalah investasi berharga untuk merawat akal sehat, memperluas wawasan, dan menjaga kewarasan kita di era digital yang penuh distraksi ini.Terima kasih.

Misbakhul Munir
Trosobo, Sidoarjo

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!