Pemkot Malang, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mematangkan strategi untuk mendongkrak sektor pariwisata. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memperkuat kolaborasi bersama para pelaku industri kepariwisataan melalui forum Temu Mitra Pariwisata Kota Malang yang digelar di Kantor KNPI Kota Malang, Selasa (14/7) kemarin.
Hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker), Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari kuantitas atau jumlah wisatawan yang datang. Lebih dari itu, kualitas pengalaman yang dirasakan wisatawan selama berada di Kota Malang menjadi indikator yang jauh lebih penting.
“Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari pengalaman berkesan yang mereka bawa pulang. Ketika wisatawan memperoleh pelayanan yang baik, word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut akan berjalan. Inilah kekuatan besar dalam membangun citra positif Kota Malang,” ujar Wahyu Hidayat.
Wahyu menambahkan, tantangan dunia pariwisata ke depan adalah bagaimana menciptakan efek candu bagi wisatawan agar mereka mau kembali berkunjung (repeat order). Menurutnya, hal tersebut hanya bisa diwujudkan lewat pelayanan yang ramah, destinasi yang berkualitas, serta inovasi kalender kegiatan wisata sepanjang tahun yang melibatkan sektor budaya, olahraga, ekonomi kreatif, hingga wisata religi.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menjelaskan bahwa agenda Temu Mitra Pariwisata ini merupakan bentuk komitmen pemkot dalam merajut komunikasi yang lebih erat dengan para pelaku usaha.
Baihaqi menyebutkan ada empat tujuan utama dari kegiatan ini: Mempererat komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata. Menyediakan ruang untuk bertukar gagasan dan inovasi.
Memperkuat kolaborasi demi menggenjot kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Tren Positif Kunjungan dan Okupansi Hotel
Optimisme pemulihan sektor pariwisata Kota Malang didukung oleh data capaian yang menggembirakan. Sepanjang periode Januari-Mei, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Pendidikan ini tercatat menembus angka 1.468.108 orang, yang terdiri dari 1.450.449 wisatawan nusantara (wisnus) dan 17.659 wisatawan mancanegara (wisman).
“Kepercayaan berbagai pihak untuk menyelenggarakan event berskala besar di Kota Malang terus meningkat. Imbas positifnya langsung terasa pada perputaran ekonomi daerah,” kata Baihaqi.
Sejumlah destinasi seperti Kayutangan Heritage, kampung-kampung tematik, hingga pasar tradisional masih menjadi magnet utama. Tak kalah moncer, layanan Bus Macito (Malang City Tour) juga mencatatkan tren positif. Setelah melayani 25.840 penumpang, pada lima bulan pertama tahun ini Bus Macito sudah mengangkut 12.650 penumpang.
Sektor perhotelan pun kecipratan berkah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata tingkat okupansi hotel di Kota Malang berada di angka 57,8 persen. Angka ini melonjak tajam hingga 70 persen bahkan menyentuh 100 persen di beberapa hotel saat kota ini menggelar event-event besar nasional.
Komitmen pemkot ini mendapat apresiasi positif dari pelaku industri. General Manager The Alana Hotel Malang, Sistho A. Sreshtho, menyatakan bahwa sinergi pentahelix antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha adalah fondasi kokoh untuk memperkuat ekosistem pariwisata.
“Kami berterima kasih atas kerja sama yang terjalin erat selama ini. Sinergi ini menjadi modal penting bagi kami para pelaku usaha untuk terus mendukung program-program pemerintah dalam memajukan pariwisata Kota Malang,” tandas Sistho.[mut.ca]


