Gresik, Bhirawa – Kesehatan dan tumbuh kembang anak merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang unggul. Masa usia dini, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, menjadi periode emas yang sangat menentukan perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan sosial anak. Oleh karena itu, pengetahuan orang tua, khususnya ibu, mengenai pemenuhan gizi yang seimbang serta stimulasi tumbuh kembang menjadi aspek yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Kelompok R14 yang terdiri dari Putri Difra Shaliha Rusli, Gladhis Putri Evrillia, Dinda Dwi Aprilia, dan Indri Basiru dibawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Dr. Tan Evan Tandiyono melaksanakan kegiatan penyuluhan di Balai Desa Sukowati, Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkualitas Melalui Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini.”
Penyuluhan ini diselenggarakan di Balai Desa Sukowati dan diikuti oleh para ibu yang memiliki balita, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan setempat. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para ibu tidak hanya hadir untuk mengikuti penyuluhan, tetapi juga aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai pola asuh dan pemberian makanan kepada anak.
Materi pertama yang disampaikan berkaitan dengan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak usia dini. Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa kebutuhan gizi anak tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan rasa lapar, tetapi juga berperan penting dalam menunjang pertumbuhan fisik, perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kemampuan belajar anak di masa depan. Orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral secara seimbang.
“Terima kasih telah memberikan penyuluhan dalam kegiatan posyandu di desa sukowati. Materinya sudah bagus, mudah dipahami dan sangat relevan dengan kebutuhan kesehatan balita, semoga dengan adanya penyuluhan tersebut, bisa menambah wawasan baru bagi kami semua, khususnya ibu-ibu yang mempunyai balita dan ibu hamil. Sukses selalu buat adek-adek KKN UNTAG R-14” ujar ibu Nurul selaku salah satu pihak posyandu.
Selain itu, peserta juga diajak memahami dampak dari kekurangan gizi terhadap tumbuh kembang anak. Kekurangan asupan nutrisi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko stunting, menurunkan daya tahan tubuh, menghambat perkembangan kemampuan berpikir, hingga memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi sejak dini menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menggunakan metode yang komunikatif dan interaktif agar peserta lebih mudah memahami informasi yang diberikan. Selain penyampaian materi melalui presentasi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai permasalahan yang sering mereka hadapi dalam mengasuh anak. Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan penuh antusias karena para ibu merasa materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu mahasiswa KKN UNTAG Surabaya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari keluarga.
Kegiatan penyuluhan ini juga mendapatkan apresiasi dari tenaga kesehatan yang bertugas di Posyandu Desa Sukowati. Menurut bidan setempat, kehadiran mahasiswa KKN memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan wawasan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak.
Program penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan yang peduli terhadap kesehatan anak. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi yang berkualitas. [why]


