27.2 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

Belajar dari Sentuhan, PM Distra UPT RSBN Rintis Mimpi Jadi Terapis Refleksi

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Jemari para Penerima Manfaat (PM) Distra bergerak perlahan menyusuri telapak tubuh yang menjadi media praktik. Dengan penuh konsentrasi, mereka berusaha mengenali satu per satu titik refleksi pada bagian dada dan perut. Sesekali instruktur mengoreksi posisi tangan dan teknik penekanan agar setiap gerakan sesuai dengan kaidah terapi refleksi.

Suasana itulah yang mewarnai pembelajaran pijat refleksi bagi PM Kelas Dasar A di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN) Malang. Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim tersebut menjadi langkah awal bagi para PM untuk membangun kompetensi sebagai calon terapis refleksi.

Pembelajaran dimulai dari teori mengenai titik-titik refleksi pada bagian dada dan perut. Setelah memahami konsep dasar, para PM diajak mengenali letak setiap titik sebelum mempraktikkan teknik penekanan secara langsung dengan pendampingan instruktur.

Latihan dilakukan berulang agar mereka semakin peka mengenali lokasi titik refleksi, memahami fungsi setiap titik, sekaligus menguasai teknik penekanan yang benar. Penguasaan materi dasar tersebut menjadi bekal penting sebelum mereka mempelajari titik refleksi pada sistem organ tubuh lainnya.

Instruktur pijat refleksi UPT RSBN Malang, Wiwid Agus Sutriyono, menegaskan bahwa keterampilan terapi refleksi tidak hanya mengandalkan kekuatan tangan, tetapi juga ketelitian dan pemahaman terhadap setiap titik refleksi.

“Pemahaman terhadap titik-titik refleksi harus dimulai sejak materi dasar. Ketelitian dalam mengenali letak titik dan ketepatan teknik penekanan akan sangat menentukan kualitas terapi yang diberikan. Karena itu, kami terus membimbing PM agar memahami setiap materi secara bertahap melalui teori dan praktik,” katanya.

Berita Terkait :  Bupati Bojonegoro Sidak Dapur MBG, Pastikan Kualitas Makanan Anak Sekolah Terjaga

Menurut Wiwid, proses pembelajaran disusun secara bertahap agar setiap PM benar-benar menguasai materi sebelum melanjutkan ke teknik yang lebih kompleks. Bagi para PM Distra, setiap sesi praktik bukan sekadar mempelajari teknik pijat refleksi. Dari ruang pelatihan itu, mereka sedang menyiapkan bekal untuk menapaki masa depan yang lebih mandiri melalui keterampilan yang dapat menjadi sumber penghidupan.

Melalui pembelajaran yang berkesinambungan, UPT RSBN Malang berharap para PM mampu mengembangkan keterampilan pijat refleksi secara profesional sehingga semakin siap memasuki dunia kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinsos Jatim dalam menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!