28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

Kepala SDN 372 Bawean Pasrah, Tahun Ini Hanya Terima 2 Murid Baru

Gresik, Bhirawa – Lokasi sekolah yang berada di kawasan perbukitan serta ketersediaan fasilitas menjadi faktor berkurangnya minat masyarakat menyekolahkan anak ke SDN 372 Bawean di Dusun Clegung Gunung Timur, Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak. Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah ini hanya menerima dua siswa baru.

Kepala SDN 372 Bawean, Nurfiyana Aprilianti, menjelaskan bahwa minimnya jumlah pendaftar bukanlah hal baru tahun ini. Banyak orang tua di wilayah Desa Pekalongan lebih memilih menyekolahkan anaknya ke MI As’Saadah yang lokasinya lebih mudah dijangkau dan menawarkan beragam ekstrakurikuler menarik.

“Tahun ini hanya ada dua siswa baru yang mendaftar. Lokasi sekolah kami berada di dataran tinggi, sementara jumlah penduduk di sekitar pun sudah sedikit. Kondisi SDN 37 di dekat sini juga mengalami hal serupa,” ujarnya.

Kini total siswa di sekolah tersebut hanya berjumlah sembilan orang dari kelas I hingga VI, dengan rincian: kelas I satu siswa, kelas II dua siswa, kelas III dua siswa, kelas IV satu siswa, kelas V satu siswa, dan kelas VI dua siswa.

“Kami hanya memiliki tiga ruang kelas dan satu ruang kantor, sehingga satu ruangan harus kami sekat untuk dua jenjang kelas sekaligus,” ungkap Nurfiyana yang dilantik menjabat sebagai kepala sekolah pada Januari 2026.

Selain jumlah siswa yang sedikit, kondisi fisik bangunan sekolah pun memprihatinkan dengan kerusakan cukup parah. Diduga kerusakan ini berkaitan dengan pergeseran struktur tanah pasca gempa yang pernah melanda Pulau Bawean. Meski begitu, semangat belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.

Berita Terkait :  Karya Inovatif Wisudawan PCU untuk Edukasi pada Masyarakat

“Sudah ada survei dari konsultan, namun belum ada kepastian kapan sekolah ini akan direhab. Untuk operasional, kami mengandalkan Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sekitar Rp11 juta per tahun sesuai petunjuk teknis yang berlaku,” tambahnya.

Nurfiyana juga menceritakan bahwa dirinya dan rekan sejawat tak segan merogoh kocek pribadi demi memberikan pelayanan terbaik. Dana tersebut digunakan untuk membelikan tas, alat tulis, dan buku bagi siswa baru agar mereka tetap semangat bersekolah.

Di SDN 372 Bawean saat ini bertugas enam guru dan tenaga kependidikan, ditambah kepala sekolah sehingga total tujuh orang. Pihaknya terus menyusun strategi agar sekolah kembali diminati, namun jika kebijakan pengelompokan sekolah (regrouping) harus dilaksanakan, pihaknya hanya bisa pasrah. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!