28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

Mahasiswa UNTAG Surabaya Gelar Pelatihan Resiliensi Mental Remaja Cegah Ancaman Napza di Desa Gedangan


Gresik, Bhirawa – Untuk menekan risiko peredaran narkoba di kalangan generasi muda, sekelompok mahasiswa Untag Surabaya mengadakan pelatihan resiliensi mental bagi para remaja di Balai Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Pemuda Desa: Membangun Resiliensi Mental Remaja terhadap Ancaman Penyalahgunaan NAPZA”.

Pelatihan ini sukses dijalankan oleh kelompok mahasiswa yang beranggotakan Saterina Pipin Karismawati dan tiga rekan lainnya dalam program pengabdian masyarakat Untag Surabaya. Untuk memberikan dampak yang optimal, mereka menghadirkan dosen Psikologi Untag Surabaya, Daffa Dwi Sri Diyanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai narasumber. Beliau memaparkan materi mengenai resiliensi mental agar para remaja di Desa Gedangan memiliki kemampuan untuk bangkit dari tekanan hidup serta terhindar dari bahaya penyalahgunaan NAPZA.

Selain pemaparan materi, agenda pelatihan juga diwarnai dengan penayangan film pendek berjudul “KELAM”. Film ini merupakan karya kolaborasi antara tim mahasiswa Untag Surabaya bersama remaja Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Desa Gedangan. Mengangkat isu tekanan sosial dan risiko penyalahgunaan NAPZA, visualisasi tersebut berhasil menyampaikan pesan yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, para remaja tampak berdiskusi aktif untuk mencari cara terbaik dalam memperkuat ketahanan mental di lingkungan mereka.

Di bawah bimbingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi., mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya generasi muda desa.

Berita Terkait :  Suntik Semangat Maba Ksatria Muda UNAIR, Khofifah: Jadilah Enabler Leader, Jadilah Game Changer!

“Kami ingin program ini tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar menyentuh akar persoalan yang dihadapi remaja di desa. Dengan melibatkan mereka langsung dalam pembuatan film pendek dan diskusi kelompok, kami berharap pesan tentang pentingnya resiliensi mental dan bahaya NAPZA bisa lebih mudah diterima dan diingat oleh para remaja,” ujar Ibu Salsa.

Salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan Saterina Pipin Karismawati ,mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi dan antusiasme para remaja di Desa Gedangan membuat suasana acara menjadi semakin meriah.

“Kami sangat senang melihat antusiasme remaja di Desa Gedangan, bahkan turut terlibat aktif dalam proses pembuatan film pendek bersama kami. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk lebih kuat secara mental dalam menghadapi berbagai tekanan, termasuk godaan penyalahgunaan NAPZA yang kini semakin mengkhawatirkan,” ujar Saterina.

Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa UNTAG Surabaya menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA sekaligus memperkuat ketahanan mental generasi muda di tingkat desa. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!