28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

Antisipasi Ancaman Penyalahgunaan Napza, Bangun Resiliensi Mental Remaja Desa Gedangan


Gresik, Bhirawa – Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Kelompok KKN R28 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sukses menyelenggarakan program psikoedukasi dan pelatihan bertajuk “Sinergi Pemuda Desa: Membangun Resiliensi Mental Remaja terhadap Ancaman Penyalahgunaan NAPZA”.

Kegiatan yang menyasar para remaja ini dilaksanakan di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, sebagai langkah konkret memagari generasi muda dari bahaya narkoba melalui penguatan ketahanan mental.

Ardhia Regita Pramesti anggota (Sub Kelompok 2) Mahasiswa Pengabdian Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjelaskan fase remaja merupakan masa transisi perkembangan yang dinamis namun rentan terhadap tekanan teman sebaya (peer pressure).

Secara neurobiologis, perkembangan emosi remaja sering kali mendahului kematangan logikanya, sehingga memicu kecenderungan tinggi untuk mengambil risiko. Melalui program ini, mahasiswa Untag Surabaya hadir untuk memberikan benteng psikologis (resiliensi mental) agar remaja memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik dan berani menolak pengaruh negatif lingkungan.

Rangkaian pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui empat sesi utama. Dimulai dengan pengisian pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh Dosen Psikologi Untag Surabaya, Daffa Dwi Sri Diyanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam materinya, beliau mengupas tuntas dampak medis, konsekuensi hukum, hingga strategi membangun konsep diri yang sehat sesuai hierarki kebutuhan manusia.

“Remaja akhir berada pada fase krusial pembentukan identitas diri. Melalui penguatan resiliensi mental, kita melatih keberanian mereka untuk mengambil keputusan tegas dalam menolak ajakan negatif tanpa takut merasa terkucilkan dari kelompoknya,” ungkap Daffa Dwi Sri Diyanti dalam paparannya.

Berita Terkait :  Cegah Mangkrak, Menteri PU Kawal Langsung Pembangunan Sekolah Rakyat di Lapangan

Daya tarik utama dari kegiatan ini adalah penayangan film pendek berjudul “KELAM”, sebuah karya audio-visual hasil kolaborasi kreatif antara mahasiswa KKN R28 dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Desa Gedangan. Film ini mengangkat realitas kenakalan remaja dan bahaya nyata zat adiktif dalam kehidupan sehari-hari, yang kemudian dijadikan sebagai studi kasus dalam sesi Focus Group Discussion (FGD).

Melalui diskusi kelompok kecil tersebut, para peserta diajak aktif membedah tanda pertemanan sehat (green flags) dan pertemanan berisiko (red flags). Guna menjaga antusiasme peserta, mahasiswa juga menyelipkan sesi ice breaking yang meriah sebelum akhirnya menutup program dengan post-test untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan.

Program ini diharapkan mampu melahirkan efikasi kolektif di Desa Gedangan, di mana pemuda desa menjadi motor penggerak kontrol sosial informal dan mengoptimalkan aset lokal seperti organisasi keagamaan remaja atau karang taruna demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas dari ancaman NAPZA. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!