28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, July 14, 2026
spot_img

Pengabdian Masyarakat Untag Surabaya Beri Pelatihan Pembuatan Briket Sekam Padi di Desa Sidorejo


Gresik, Bhirawa – Limbah pertanian sering kali dipandang sebagai sisa hasil panen yang tidak memiliki nilai guna. Padahal, apabila dikelola dengan tepat, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

Salah satu limbah pertanian yang melimpah di Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik adalah sekam padi. Selama ini sekam padi umumnya hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk di sekitar area persawahan, sehingga belum memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Briket dari Sekam Padi bagi Kelompok Tani Desa Sidorejo sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi dalam memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026 bertempat di Rumah Ketua Kelompok Tani, Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zulkfikri Charis Darmawan, S.E., M.SEI.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang terdiri atas Rafi Putra Firmansyah (NBI 1152300154) dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP); Ikhwan Fajar Hamdani (NBI 1512300312) dari Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi; Nadiva Nurfaizah (NBI 1152300200) dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP); serta Nafifah Vionorra D.A. (NBI 1122300102) dari Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam, tim berkolaborasi dalam merancang, melaksanakan, dan mendampingi kegiatan pelatihan pembuatan briket dari sekam padi sebagai upaya pemberdayaan kelompok tani di Desa Sidorejo.

Berita Terkait :  Unigoro Bagikan Bibit Gratis dan Ratusan Doorprize di Expo Kemenag Bojonegoro

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi sekam padi sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Peserta diberikan pemahaman mengenai karakteristik briket biomassa, manfaat penggunaannya, hingga peluang pengembangannya sebagai produk yang memiliki nilai jual. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan briket secara langsung, mulai dari proses pengarangan sekam padi, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan. Melalui metode praktik langsung, peserta dapat memahami setiap tahapan produksi sehingga mampu mengaplikasikannya secara mandiri.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemanfaatan limbah sekam padi di Desa Sidorejo. Sebagai desa dengan mayoritas masyarakat yang bermata pencaharian di sektor pertanian, jumlah sekam padi yang dihasilkan setiap musim panen cukup melimpah. Namun, limbah tersebut belum dikelola secara optimal dan lebih sering menjadi sampah yang dibakar ataupun dibiarkan menumpuk. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi dasar penting dilaksanakannya pelatihan ini sebagai upaya memperkenalkan teknologi sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Pelatihan pembuatan briket dari sekam padi memiliki beberapa tujuan, yaitu meningkatkan pengetahuan kelompok tani mengenai pemanfaatan limbah pertanian, memberikan keterampilan praktis dalam mengolah sekam padi menjadi briket, menciptakan peluang usaha berbasis potensi lokal, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan melalui pengurangan limbah pertanian.

Berita Terkait :  14.000 Lebih Peserta Bakal Ikuti UTBK SNBT di UM

Menurut Zulkfikri Charis Darmawan, S.E., M.SEI., ” kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya bertujuan memberikan edukasi, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa sekam padi merupakan sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki potensi besar sebagai bahan bakar alternatif. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sehingga tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan”.

“Pelaksanaan pelatihan memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Interaksi langsung dengan kelompok tani membuat mahasiswa memahami bahwa solusi terhadap permasalahan desa tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit, tetapi dapat dimulai dari inovasi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saya berharap pelatihan ini menjadi awal terbentuknya kelompok masyarakat yang mampu memproduksi briket secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, ” Jelas Rafi.

“Saya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Terus terang, ini inovasi yang sangat baru bagi kami di sini. Dulu, pikiran kita sebatas kalau panen selesai, sekamnya dikumpulkan lalu dibakar biar halamannya cepat bersih. Tidak terpikir sama sekali kalau sampah ini bisa dipadatkan jadi pengganti kayu bakar atau gas. Caranya juga ternyata mudah dan bahannya murah. Ke depannya, ilmu ini pasti akan saya bagikan juga ke anggota tani yang lain,” tutur Pak Aruf dengan antusias sembari menunjukkan hasil cetakan briketnya.

Berita Terkait :  Temuan E. Coli dan Salmonella di MBG Bogor, Pakar UM Surabaya Jabarkan Bahaya Bakteri bagi Tubuh

Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan briket dari sekam padi menunjukkan bahwa limbah pertanian memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi. Antusiasme peserta selama mengikuti penyampaian materi maupun praktik menunjukkan adanya minat masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Melalui sinergi antara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, kelompok tani, dan Pemerintah Desa Sidorejo, diharapkan pemanfaatan sekam padi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi mampu berkembang menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan. Pendampingan lanjutan, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan jaringan pemasaran menjadi langkah penting agar briket sekam padi dapat menjadi salah satu produk unggulan desa sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membangun kolaborasi yang mampu menghasilkan perubahan. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan potensi lokal dan semangat masyarakat untuk berkembang, maka lahirlah inovasi yang tidak hanya menjawab persoalan hari ini, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan Desa Sidorejo yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!