24.5 C
Sidoarjo
Sunday, June 28, 2026
spot_img

Sensasi Baru di Atas Jurang 83 Meter, Jembatan Kaca Bromo Mulai Dibuka Terbatas

Pemkab Probolinggo, Bhirawa. – Jembatan Kaca Bromo Seruni Point di kawasan Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo mulai dibuka untuk masyarakat setelah memasuki tahap pre-launching, Sabtu (27/6). Destinasi wisata baru di kawasan Gunung Bromo tersebut nantinya akan menjalani grand launching pada akhir Juli 2026.

Pembukaan tahap awal ini dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta unsur Forkopimka Sukapura.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi mengatakan, mulai dibukanya Jembatan Kaca Bromo Seruni Point menjadi bagian dari pengembangan destinasi wisata di kawasan Bromo.

”Alhamdulillah, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Jembatan Kaca akhirnya sudah bisa beroperasi,” ujar Heri.

Menurut Heri, keberadaan fasilitas wisata tersebut diharapkan dapat menambah pilihan destinasi bagi wisatawan yang datang melalui kawasan Bromo dari wilayah Kabupaten Probolinggo.

”Kami berharap wisatawan yang datang bisa mendapatkan pengalaman wisata yang lebih lengkap, sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Jembatan Kaca Bromo Seruni Point merupakan jembatan kaca yang dibangun di kawasan pegunungan dengan panjang sekitar 130 meter dan berada di atas jurang sedalam 83 meter. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat melihat panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru.

Pada tahap awal operasional, wisatawan sudah dapat mengunjungi lokasi tersebut setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tarif masuk ditetapkan sebesar Rp55 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp110 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Berita Terkait :  Bupati Yes Tegaskan Kolaborasi Jaga Stabilitas Sosial Hingga Ketahanan Pangan

Sebelum dibuka, kesiapan operasional jembatan telah melalui pemeriksaan oleh Kementerian PU, TNBTS, Pemkab Probolinggo, serta Forkopimka Sukapura. Pemeriksaan meliputi aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kelayakan fasilitas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PU Agung Wahyudi menjelaskan, konstruksi jembatan dirancang memiliki umur layanan hingga 50 tahun.

”Lantai jembatan menggunakan laminated glass berbahan tempered glass dengan lapisan SentryGlass Plus (SGP) setebal 25,52 milimeter. Material tersebut telah melalui berbagai pengujian laboratorium, termasuk uji beban statis maupun simulasi operasional,” jelasnya.

Agung menyebut spesifikasi material dan konstruksi yang digunakan telah disesuaikan dengan standar keselamatan sehingga dapat digunakan wisatawan.

Sementara itu, General Manager The Lawu Group, Achmad Ridho selaku pengelola menyampaikan pihaknya akan melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan rutin terhadap fasilitas jembatan.

”Kami berkomitmen mengelola Jembatan Kaca Bromo Seruni Point dengan mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.

Ridho mengatakan, pengelolaan destinasi tersebut akan terus memperhatikan standar pelayanan serta perawatan fasilitas agar tetap berjalan sesuai ketentuan.

Rencananya, grand launching Jembatan Kaca Bromo Seruni Point akan digelar pada akhir Juli 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Probolinggo, dr Mohammad Haris.

Dengan mulai dibukanya tahap operasional ini, Pemkab Probolinggo berharap keberadaan destinasi baru tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di kawasan penyangga Gunung Bromo. [fir.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!