Situbondo, Bhirawa – Ada kabar terbaru dari jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Situbondo, yakni untuk pengajuan tahap pertama sebanyak 21 titik jembatan. Adapun yang akan dikerjakan pada tahap satu ini sebanyak 15 titik. Hal tersebut disampaikan Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf Ferry Ardian, Kamis (18/6).
“Saat ini pembangunan jembatan garuda yang sedang proses pengerjaan ada 15 titik yang tersebar di plosok desa wilayah Kabupaten Situbondo. Sedangkan sisa 6 titik lainnya akan menyusul,” jelas Letkol Ferry.
​Sedangkan, tahap ke dua, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, lanjutnya telah mengajukan kembali 15 titik jembatan baru yang berbeda.
“Total keseluruhan Kabupaten Situbondo mengajukan pembangunan jembatan Perintis Garuda total sebanyak 36 titik jembatan. Saat ini, program tersebut sudah memasuki tahap kelima dari keseluruhan program nasional,” tuturnya.
​Jenis jembatan yang dibangun, kata Letkol Ferry, dari 15 titik yang sedang dikerjakan pada tahap 1 ini, jenis jembatannya dibagi menjadi dua.
“Ada ​9 titik Jembatan Perintis. Jembatan ini merupakan jembatan gantung. ​Sedangkan, 6 titik Jembatan Armco Beton. Jembatan yang dibangun menggunakan teknik pipa baja atau besi berbentuk silinder (lingkaran) yang ditanam dan dilapisi beton,” jelasnya.
​Program Jembatan Garuda ini, imbuh Letkol Ferry, merupakan inisiatif dan perhatian dari Pemerintah Pusat (Presiden).
“Setelah melihat banyaknya infrastruktur yang rusak akibat bencana alam, salah satunya di Situbondo yang terjadi sekitar bulan Januari atau Maret 2026 lalu. Dampak kerusakan tersebut meliputi ​petani kesulitan mengirimkan hasil pertanian karena akses jalan rusak. Anak sekolah harus melepas sepatu dan basah-basahan untuk menyeberangi sungai karena jembatan lama hanyut terbawa bencana,” jelas Letkol Ferry.
​Melihat urgensi jembatan sebagai infrastruktur vital, sambung Letkol Ferry, maka Bapak Presiden menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli sebagai Dansatgas Jembatan untuk menjalankan program Jembatan Garuda ini secara cepat dan masif di seluruh Indonesia melalui Satgas TNI AD.
Proses penentuan titik jembatan ini, tutur Letkol Ferry, dilakukan melalui tinjauan dari Dinas PU serta tim Korps Zeni (Subdenzibang Bondowoso dan Denzibang Malang).
“Target penyelesaian pengerjaan untuk 15 jembatan yang sedang berjalan saat ini diharapkan bisa rampung secara maksimal dan secepat-cepat-nya,” pungkas Letkol Ferry. [awi.kt]


