Dwi Intan Nuraini (16), atlet muda asal Bumi Wali Tuban yang sukses meraih medali emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Gulat Jawa Timur 2026
Tuban, Bhirawa
Dwi Intan Nuraini (16), atlet muda asal Bumi Wali Tuban sukses meraih medali emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Gulat Jawa Timur 2026, ia sekaligus dinobatkan sebagai Pegulat Terbaik Putri.
Prestasi membanggakan ini juga menjadi bukti kerja keras dan dedikasinya selama menekuni olahraga gulat sejak usia dini.
Dwi Intan merupakan putri pasangan Mundowi dan Siti Aminah, warga Dusun Randu Pager, Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
Saat ini, ia tercatat sebagai siswi kelas XI SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Sidoarjo dan akan segera naik ke kelas XII. Sebelumnya, Intan menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Soko, tempat awal ia mulai serius menekuni olahraga gulat sejak kelas 1 SMP.
Ketertarikannya pada olahraga ini muncul karena menurutnya gulat memiliki gerakan yang cepat, menantang, dan mengajarkan kedisiplinan.
“Gulat itu geraknya cepat, jadi menurut saya seru. Selain itu, saya juga belajar disiplin dari olahraga ini,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Sejak awal menekuni gulat, Intan mengaku selalu berusaha serius dalam latihan. Rutinitasnya bahkan terbilang padat. Saat masih SMP, ia biasa berlatih sepulang sekolah. Kini, di sekolah olahraga, jadwalnya lebih intens dengan latihan pagi sebelum sekolah dan latihan sore setelah kegiatan belajar.
“Kalau sekarang pagi latihan mulai setengah lima sampai setengah tujuh, lalu sekolah. Sore lanjut latihan lagi,” katanya.
Dalam perjalanan kariernya, Intan menyebut dukungan orang tua, pelatih, dan teman-teman menjadi faktor penting yang menguatkan semangatnya. Ia bersyukur selama ini tidak menghadapi hambatan besar, meski sempat harus fokus pada pemulihan cedera menjelang pertandingan.
Menjelang Kejurprov Jatim 2026 beberapa waktu lalu, Intan memilih memprioritaskan pemulihan kondisi fisiknya sebelum kembali memaksimalkan latihan hingga hari pertandingan. Meski rasa gugup tak bisa dihindari, ia berusaha tetap tenang dan fokus.
“Deg-degan pasti ada, tapi kuncinya tetap tenang dan fokus,” ungkapnya.
Ia juga menerapkan strategi khusus dengan menjaga pola makan dan kesehatan agar tetap prima selama bertanding. Menurutnya, pertandingan di Kejurprov kali ini menjadi salah satu yang paling menantang karena persaingan yang ketat dan tekanan mental yang besar.
Keberhasilannya meraih emas sekaligus penghargaan sebagai pegulat terbaik menjadi momen emosional bagi Intan. Usai pertandingan, hal pertama yang dilakukannya adalah berterimakasih pada para pelatih, sebelum akhirnya menghubungi orang tua dan keluarganya untuk membagikan kabar bahagia tersebut.
Ke depan, Intan menargetkan dapat menembus level nasional, bahkan internasional dan membawa nama Indonesia di panggung dunia. Selain itu, ia juga memiliki cita-cita menjadi seorang pelatih atau guru olahraga agar dapat menularkan ilmu dan pengalaman kepada generasi berikutnya.
“Teruslah berusaha mengejar cita-cita, jangan ada kata lelah dan jangan takut untuk mencoba,” pesannya.
Sementara itu, terpisah Pembina Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Tuban, Nur Khamid, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Dwi Intan. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet gulat di Tuban berjalan dengan baik dan mampu melahirkan atlet berprestasi di level provinsi.
“Intan menunjukkan semangat juang, disiplin, dan mental bertanding yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi atlet-atlet muda lainnya bahwa kerja keras dan konsistensi akan membuahkan hasil,” ujarnya.
Nur Khamid menambahkan, prestasi Intan sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh atlet gulat Tuban untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat dalam berlatih.
Pada Kejurprov Gulat Jawa Timur 2026 yang digelar di GOR Diknas Kabupaten Mojokerto, kontingen Tuban sendiri berhasil mencatatkan hasil membanggakan dengan membawa pulang total 23 medali, terdiri dari 5 medali emas, 9 medali perak, dan 9 medali perunggu.
Raihan tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Tuban memiliki potensi besar di cabang olahraga gulat dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. [hud.hel].


