Kediri, Bhirawa – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau langsung wilayah yang terdampak gangguan layanan air bersih akibat kerusakan sumur pompa produksi Willis 1 milik PDAM Tirta Dhaha. Peninjauan dilakukan di Kelurahan Campurejo, untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Dalam kunjungannya, Wali Kota meninjau kondisi lingkungan terdampak, mulai dari rumah warga hingga fasilitas pendidikan seperti TK dan PAUD. Ia juga berdialog dengan warga untuk mendengarkan langsung keluhan dan masukan terkait gangguan layanan air yang terjadi sejak Selasa siang.
“Hari ini kami meninjau di wilayah yang terdampak. Kami memahami kondisi ini mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Pemerintah Kota Kediri dan PDAM Tirta Daha bergerak cepat menangani permasalahan ini,” ujar Vinanda.
Pemkot Kediri, lanjutnya, telah mengerahkan berbagai upaya untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk pendistribusian air bersih melalui PDAM, Dinas Pemadam Kebakaran, serta dukungan dari Polres. Selain itu, sejumlah tandon air juga ditempatkan di beberapa titik untuk memastikan kebutuhan air warga tetap tercukupi.
“Kami telah meminta PDAM untuk segera menuntaskan perbaikan dan melakukan langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang. Lalu mengidentifikasi sumber mata air yang dapat dijadikan alternatif lain. Ada pula posko layanan,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Direktur PDAM Tirta Dhaha, Muhlisiina Lahuddin, mengatakan proses perbaikan mengalami kendala karena pompa yang rusak berada pada kedalaman sekitar 40 meter dan terhalang reruntuhan batuan sehingga belum dapat diangkat ke permukaan.
Menurutnya, wilayah yang terdampak meliputi sebagian Kelurahan Campurejo, Karangsono, Lirboyo, serta sebagian kawasan Jalan Semeru.
Sebagai langkah penanganan, PDAM telah melakukan penyambungan jaringan distribusi dari sumur produksi di wilayah sekitar, yakni Sumur Produksi Ngampel dan Sumur Produksi Tamanan. PDAM juga bekerja sama dengan PDAM Kabupaten Kediri untuk menyambungkan jaringan air dari wilayah barat Terminal Tamanan.
“Upaya ke depan dilakukan dengan percepatan pembuatan sumur baru. Atas upaya-upaya tersebut aliran air saat ini sudah mengalir meskipun belum optimal,” tambah Muhlisiina.
Pemerintah Kota Kediri memastikan proses perbaikan terus dipercepat sembari menyalurkan bantuan air bersih kepada warga hingga layanan kembali normal. [van.nov.kt]


