Pemkab Bangkalan, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berupaya meningkatkan kualitas pasar tradisional sebagai pusat perekonomian masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, saat memimpin rapat pengarahan dan penandatanganan pakta integritas bersama kepala pasar se-Kabupaten Bangkalan, Selasa (9/6/26).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar, baik dari aspek penataan lingkungan, pelayanan kepada masyarakat, maupun tata kelola pengelolaan retribusi. Menurutnya, pasar tradisional harus terus berbenah agar mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Pasar merupakan salah satu urat nadi perekonomian masyarakat. Karena itu, kondisinya harus terus kita tingkatkan agar lebih tertata, nyaman, bersih, dan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujar Bupati Lukman Hakim.
Ia menyoroti masih adanya sejumlah pasar yang memerlukan pembenahan, terutama terkait aktivitas perdagangan yang meluas hingga area parkir maupun badan jalan. Kondisi tersebut dinilai perlu ditata secara bertahap agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Menurut Bupati, penataan pasar dapat dilakukan melalui perbaikan fasilitas, pengaturan zonasi pedagang, hingga penyusunan desain pasar yang lebih representatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Selain penataan fisik, Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga mulai mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pasar. Salah satunya melalui penerapan sistem pembayaran retribusi secara elektronik bekerja sama dengan Bank Jatim.
“Ke depan, sistem retribusi pasar harus mulai diarahkan ke digitalisasi melalui QRIS, ATM, maupun metode pembayaran elektronik lainnya. Langkah ini dilakukan secara bertahap agar pedagang dapat beradaptasi dengan baik,” jelasnya.
Digitalisasi retribusi dinilai akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi pengelolaan pasar. Di sisi lain, sistem tersebut juga diharapkan mampu mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya dapat dikembalikan untuk pembangunan dan pelayanan publik.
Menghadapi perkembangan perdagangan digital dan meningkatnya transaksi secara daring, Bupati juga mengajak seluruh pengelola pasar untuk terus berinovasi. Menurutnya, pasar tradisional tetap memiliki peluang besar untuk berkembang apabila mampu menghadirkan pelayanan yang baik, lingkungan yang nyaman, serta memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. “Pasar tradisional harus memiliki keunggulan dan ciri khas. Jika pelayanannya baik dan masyarakat merasa nyaman, maka pasar akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” tuturnya.
Sebagai langkah lanjutan, Bupati meminta seluruh kepala pasar segera melakukan pendataan kondisi fisik pasar yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan serta pengajuan bantuan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Melalui langkah penataan dan digitalisasi yang terencana, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap pasar-pasar tradisional dapat berkembang menjadi pusat ekonomi rakyat yang modern, tertib, dan mampu bersaing di tengah dinamika perkembangan ekonomi saat ini.[lis.ca]


