28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 4, 2026
spot_img

Stok Jagung Terbatas, Harga Pakan Melonjak di Jatim

Pemprov Jatim, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) melalui Biro Perekonomian Setdaprov menjelaskan penyebab kenaikan harga pakan ternak unggas di provinsi ini. Salah satu faktor utama adalah tingginya kebutuhan pakan untuk DOC (Day Old Chick), yang meningkatkan permintaan jagung sebagai bahan baku utama pakan, khususnya untuk unggas dan ayam petelur. Namun, peningkatan permintaan tersebut tidak sejalan dengan volume panen jagung lokal.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa mendorong agar distribusi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung Bulog agar dapat mengurangi tekanan harga akibat permintaan atau demand pull inflation,” cetus Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Jatim, MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, Kamis (4/6/2026).

Data menunjukkan distribusi jagung Bulog hingga 31 Mei 2026 baru mencapai 16.910 ton dari total alokasi 59.023 ton per bulan sesuai Keputusan Menteri Pertanian. Keterlambatan dan jumlah distribusi yang belum memenuhi alokasi ini membuat pasokan jagung di pasar tetap ketat.

Selain itu, dinamika global juga memberi tekanan, kenaikan harga jagung di pasar internasional disebabkan oleh kebijakan importasi dan penguatan dolar AS (USD), sehingga biaya impor menjadi lebih mahal dan mendorong naiknya harga pakan di dalam negeri.

Kenaikan harga pakan memberi dampak langsung ke struktur biaya peternak. Saat biaya pakan naik, margin usaha peternakan, terutama peternak telur menyempit. Dalam kondisi tertentu, peternak bisa menahan produksi atau menurunkan stok DOC, namun karena saat ini populasi DOC petelur sedang relatif tinggi, tekanan biaya belum otomatis mengurangi pasokan dalam jangka pendek.

Berita Terkait :  Sekjen DPD RI dan Sekjen MK Tandatangani MoU Perkuat Implementasi e-Goverment

Sementara itu, catatan harga telur menunjukkan tren berbeda. Pada tingkat peternak, harga telur ayam ras saat ini berkisar Rp21.000-Rp23.000 per kilogram, sedangkan di pasar tradisional harga sekitar Rp25.000-Rp26.000 per kilogram.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), rata-rata harga bulan Mei tercatat Rp25.500 per kg, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp30.000/kg. Sedangkan harga di tingkat peternak Rp22.800/kg dan Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp26.500 per kg.

Data Dinas Peternakan Provinsi Jatim menunjukkan pasokan telur relatif berlebih pada Mei 2026. Tercatat ketersediaan telur ayam ras mencapai 708.697,47 ton, sedangkan kebutuhan reguler hanya 23.962,50 ton.

Untuk kebutuhan konsumsi masyarakat dan program pemerintah tercatat 2.452,67 ton, dan kebutuhan pengiriman luar provinsi mencapai 9.188,08 ton. Dengan demikian tercatat surplus sebesar 673.094,22 ton.

“Adanya kelebihan stok daripada kebutuhan pasar disebabkan oleh populasi Day Old Chick (DOC) ayam petelur di peternak yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dimasa datang,” ungkap Afta menutup. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!