28 C
Sidoarjo
Wednesday, May 27, 2026
spot_img

MUI Soroti Kekhawatiran Warga terhadap Begal, Dorong Penguatan Keamanan Kota

Kota Probolinggo, Bhirawa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menyoroti tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap kejahatan jalanan atau begal dalam forum Silaturahmi Daerah Ulama dan Umara yang digelar di Bale Hinggil, Senin (25/5).

Dalam kegiatan bertema Meneguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Probolinggo Aman dan Tentram itu, MUI memaparkan hasil survei persepsi masyarakat terkait keamanan di Kota Probolinggo. Hasilnya, warga mengaku masih merasa cemas ketika melintas sendirian, terutama di jalan sepi pada malam hari.

Ketua MUI Kota Probolinggo, KH Mohammad Sulthon, mengatakan sinergi antara ulama dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga ketenteraman masyarakat, termasuk menghadapi persoalan sosial dan keamanan di daerah.

“Hubungan ulama dan umara tidak bisa dipisahkan. Ulama memberikan tuntunan moral dan nasihat, sementara pemerintah menjalankan kebijakan demi menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi keduanya diperlukan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga tetap berpijak pada nilai moral dan keagamaan.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo yang hadir mewakili Wali Kota Probolinggo menyampaikan apresiasi atas peran MUI dalam menjaga kondusivitas daerah.

“Ulama selama ini menjadi perekat umat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan religius,” kata Rey.

Dalam forum tersebut, hasil survei MUI yang dipresentasikan Dr Benny Prasetya menunjukkan persepsi keamanan masyarakat Kota Probolinggo berada pada kategori sedang menuju tinggi dengan nilai rata-rata 3,57 dari skala 5.

Berita Terkait :  Wakil Bupati Mimik Idayana Kagum dengan Aktivitas PWRI Kabupaten Sidoarjo

Meski demikian, MUI menilai perlu ada langkah berkelanjutan untuk meningkatkan rasa aman masyarakat. Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain peningkatan penerangan jalan di kawasan minim cahaya, patroli rutin malam hari, pengawasan di titik rawan, serta edukasi kewaspadaan lingkungan.

Rey menambahkan, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas daerah di tengah berbagai tantangan sosial.

“Melalui komunikasi yang baik dan sinergi yang kuat, kami berharap keamanan dan ketenteraman Kota Probolinggo dapat terus terjaga,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kota Probolinggo Shinta Dwi Wardhani, pengurus MUI, tokoh agama, serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam. [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!