29 C
Sidoarjo
Thursday, May 21, 2026
spot_img

Komisi B DPRD Surabaya Cek Persiapan RPH Layani Jasa Potong untuk Masyarakat

Surabaya, Bhirawa
Sebelumnya, pemerintah resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan tersebut diputuskan setelah sidang isbat, Minggu (17/05/2026).

Sehingga, guna memastikan kesiapan di moment Idul Adha 1447 H, Anggota Komisi B DPRD Surabaya H. Budi Leksono, S.H., melakukan cek persiapan RPH dalam melayani jasa potong hewan kurban untuk masyarakat, Selasa (19/05/2026).

Dalam lokasi RPH, Fajar Arifianto Isnugroho selaku Direktur Utama Perseroda RPH Surabaya mengatakan bahwa di tahun ini RPH hanya fokus jasa potong sapi saja.

“Untuk tahun ini kami hanya fokus jasa potong sapi saja, tidak ada kambing dan yang lain. Sedangkan target jasa potong sapi 200 ekor namun sampai sekarang sudah ada 140 yang sudah mendaftar dari masjid, yayasan, ormas, parpol dan sebagainya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pembiayaan jasa potong sapi, Dirut Perseroda RPH Surabaya mengatakan bahwa biaya satu ekor jasanya Rp2,8 juta naik Rp300.000,- karena sudah 4 tahun lebih lebih dari 5 tahun tidak naik sebelumnya yaitu Rp2,5 juta, maka tahun ini baru ada kenaikkan Rp2,8 juta.

“Harusnya tahun kemarin, tapi tahun kemarin kita tunda. Tahun ini tidak bisa dibendung lagi karena ongkos jasa para kuli-kuli yang membantu pencacahan dan bahan plastik juga naik, maka kita naikkan 300.000 jadi 2,8,” katanya.

Dari biaya tersebut, lebih jauh Dirut Perseroda RPH ini menjelaskan bahwa dari harga 2,8 itu paket potong kemas kirim. Jadi, hewan dipotong kemudian dikemas 1 kiloan daging dan tulang kemudian dikirimkan. Dari semua sapi kurban itu haknya pengkurban, mulai daging, tulang, kepala yang sudah dikerok, jeroan yang sudah dibersihkan, kemudian kaki dan juga kulitnya.

Berita Terkait :  BRIN Apresiasi Inovasi SIG, Semen Hijau SIG Jawaban atas Perubahan Iklim Dunia

“Tidak satupun yang masuk haknya ke RPH karena semuanya kita serahkan kepada pengkurban. Jadi, kita kirim semuanya hingga bersih ke lokasi yang dituju. Kalau yang potong contor atau potong lepas tulang itu harganya Rp2 juta. Karena kalau hanya potongan karkas besar belum dicacah sehingga memungkinkan panitia masjid, atau panitia yayasan bisa memotong-motong sendiri ditimbang sendiri, dikemasi sendiri, dan bisa langsung dibagi sendiri disitu,” jelasnya.

“Namun kalau kami yang potong kemas kirim kan sudah siap dan tinggal hanya dibagi-bagikan saja,” imbuhnya.

Fajar pun mencontohkan seperti yang dilakukan oleh DPC PDIP Surabaya, bahwa setiap tahun mengambil paket potong kemas kirim. Sehingga setelah keluar dari RPH sudah tinggal dibagikan ke PAC-PAC dan seluruh warga kota Surabaya.

“Untuk saat ini yang masuk sudah ada 140 ekor sapi. Nantinya terbagi menjadi 4 hari pemotongan mulai tanggal 27, 28, 29, dan 30 Mei 2026. Jadi, RPH motong selama 4 hari. Hari pertama Rabu sudah penuh, hari kedua sudah penuh, tinggal hari Jum’at dan Sabtu di RPH Pegirian. Pendaftaran ditutup tanggal 25 terakhir di bulan ini,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Surabaya H. Budi Leksono, S.H., mengatakan dari kenaikan harga yang dulunya Rp2.500.000,- hingga saat ini menjadi Rp2.800.000,- meminta agar pelayanan Perseroda RPH Surabaya lebih maksimal dan optimal lagi untuk masyarakat Surabaya.

Berita Terkait :  Bapenda Kota Malang Lakukan Jemput Bola Lewat Pendekatan Humanis untuk Optimalisasi PAD 2025

“Kita ini kan mengajak warga Kota Surabaya untuk bisa memotong hewan kurbannya di RPH. Agar lebih praktis, bersih dan higienis,” katanya.

“Karena dari mulai pengawasan terkait dengan kebersihannya sudah tidak diragukan lagi,” imbuhnya.

Budi Leksono yang biasa akrab disapa Haji Buleks ini juga mengingatkan bahwa soal kesehatan hewan kurban yang masuk di RPH harus diperhatikan. Termasuk pemotongan hingga pengemasan harus benar-benar bersih, rapi dan tertata.

“RPH ini adalah aset dari Pemerintah Kota. Dari kenaikan harga tersebut maka diharuskan diiringi juga dengan pelayanan yang lebih maksimal dan optimal lagi untuk masyarakat Surabaya. Termasuk pemotongan hingga pengemasan harus benar-benar diperhatikan lebih bersih, higienis, rapi dan tertata,” tandas H. Budi Leksono, S.H., yang juga merupakan Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya. [dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!